Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Terbesar di Asia Tenggara di Cilegon

5 Min Read

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan kompleks pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, pada Kamis, 6 November 2025. Peresmian ini menandai tonggak sejarah penting bagi industrialisasi dan hilirisasi di Indonesia, khususnya di sektor minyak dan gas bumi. Proyek yang dikenal sebagai New Ethylene Project (LINE Project) ini digadang-gadang sebagai investasi petrokimia hilir terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Kehadiran para menteri ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan industri strategis nasional. Selain itu, Chairman Lotte Group Shin Dong-bin dan delegasi dari Federation of Korean Industries (FKI) juga turut hadir, menegaskan kuatnya kemitraan investasi antara Indonesia dan Korea Selatan.

Pabrik LCI berlokasi strategis di kawasan industri Jalan Raya Merak Km 116, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Cilegon, Banten. Dengan luas areal 110 hektar dan luas bangunan pabrik 70 hektar, fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat produksi petrokimia yang modern dan efisien. Investasi kolosal ini mencapai US$3,9 miliar, atau setara dengan sekitar Rp62,4 triliun. Nilai investasi ini menjadikan proyek LCI sebagai salah satu yang terbesar dan paling vital dalam upaya peningkatan kemandirian industri nasional.

Tujuan utama dari pembangunan pabrik petrokimia terintegrasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor produk petrokimia. Saat ini, lebih dari 50% kebutuhan nasional di sektor ini masih dipenuhi dari luar negeri. Dengan beroperasinya LCI, Indonesia diharapkan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik, sekaligus menciptakan nilai tambah yang signifikan dari sumber daya alam dalam negeri. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong hilirisasi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Produksi dari pabrik ini akan sangat beragam, mencakup 15 jenis produk petrokimia, termasuk Etilena dan Propilena. Bahan baku utama yang dibutuhkan adalah nafta dan LPG, dengan perkiraan konsumsi sekitar 3,2 juta ton per tahun. Dengan kapasitas produksi yang besar, LCI diharapkan mampu memberikan kontribusi substansial terhadap pasokan produk petrokimia di pasar domestik maupun ekspor.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap proyek ini dan memuji visi kepemimpinan sebelumnya. “Ini adalah fondasi yang sudah diletakkan oleh Presiden kita, Bapak Ir. Joko Widodo,” ujar Presiden Prabowo, seraya menambahkan bahwa ia ingin sekali mengundang Presiden Joko Widodo untuk hadir di acara tersebut, seperti dilaporkan oleh Detik.com. Pujian ini menggarisbawahi kesinambungan program pembangunan industrialisasi dan hilirisasi antar pemerintahan.

Proyek Lotte Chemical Indonesia telah melalui perjalanan panjang. Dimulai sejak peletakan batu pertama pada tahun 2016, proyek ini sempat menghadapi berbagai kendala perizinan yang menyebabkan terhentinya proses konstruksi. Namun, pekerjaan konstruksi berhasil dilanjutkan pada tahun 2022 berkat upaya dan ketekunan berbagai pihak. “Proyek ini merupakan bagian dari program strategis hilirisasi di sektor Minyak dan Gas Bumi, yang dilaksanakan berkat inisiasi Menteri ESDM. Proyek ini dibangun sejak tahun 2016 dan beroperasi komersial pada bulan Oktober 2025,” demikian tertulis dalam *fact sheet* peresmian pabrik, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM di era Presiden Joko Widodo, diakui sebagai salah satu figur kunci di balik keberhasilan proyek ini. Keteguhannya dalam memperjuangkan investasi di tengah berbagai tantangan, termasuk saat pandemi global, menjadi faktor penting dalam mewujudkan pabrik ini. Kehadiran LCI di Cilegon juga diharapkan dapat membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, serta mendorong pengembangan ekosistem industri pendukung.

Peresmian pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia bukan hanya sekadar seremoni. Ini adalah manifestasi nyata dari komitmen Indonesia untuk bergerak maju dalam sektor industri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan kemandirian ekonomi. Proyek ini juga menegaskan kembali daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi strategis, serta menunjukkan keberhasilan implementasi program hilirisasi yang berkelanjutan. Diharapkan, pabrik ini akan mulai produksi pada Maret 2025 dan siap untuk ekspor pada Mei 2025, membawa dampak positif yang besar bagi perekonomian nasional.

Share This Article