Tim nasional Skotlandia berdiri di ambang kualifikasi otomatis untuk Piala Dunia FIFA 2026, sebuah pencapaian yang sudah lama tidak mereka raih sejak 1998. Namun, perjalanan menuju turnamen di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko itu akan menghadapi ujian terberat saat mereka bertandang ke Piraeus, Yunani, untuk menghadapi tim tuan rumah. Pertandingan krusial ini menjadi penentu apakah keberuntungan yang sedikit menyertai mereka selama kampanye kualifikasi akan bertahan.
Skuad asuhan Steve Clarke saat ini berbagi puncak klasemen Grup C dengan Denmark, keduanya mengumpulkan 10 poin setelah empat pertandingan. Dengan hanya dua laga tersisa, Skotlandia membutuhkan setidaknya empat poin dari dua pertandingan terakhir mereka untuk mengamankan posisi teratas dan tiket otomatis ke Piala Dunia. Ini berarti kemenangan atas Yunani yang sudah tersingkir, diikuti dengan kemenangan atas Denmark, akan memastikan impian mereka menjadi kenyataan.
Meski demikian, performa Skotlandia dalam beberapa pertandingan terakhir menunjukkan adanya kerentanan. Kemenangan tipis 2-1 atas Belarus baru-baru ini, meskipun mengamankan tiga poin penting, diwarnai oleh penampilan yang kurang meyakinkan. Belarus, yang sebelumnya kalah telak 5-1 dari Yunani dan 6-0 dari Denmark, bahkan berhasil melepaskan 22 tembakan ke gawang Skotlandia berbanding 12 tembakan milik Skotlandia. \
