Misteri Kematian Dosen Untag di Hotel Semarang Teman Polisi Diperiksa

4 Min Read

SEMARANG – Seorang dosen perempuan dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang berinisial DL (35) ditemukan meninggal dunia secara tak wajar di sebuah kamar hotel di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin, 17 November 2025, pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana di lantai kamar oleh teman prianya yang kemudian diketahui merupakan seorang perwira polisi. Pihak kepolisian, termasuk Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Tengah, kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian dosen tersebut.

Identitas korban diketahui bernama Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani, seorang dosen hukum pidana di Fakultas Hukum Untag Semarang. Ia berasal dari Purwokerto. Teman pria yang pertama kali menemukan korban adalah AKBP Basuki (56), yang menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Pengendalian Massa (Kasubdit Dalmas) Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Jawa Tengah.

AKBP Basuki disebut-sebut memiliki hubungan pertemanan dekat dengan korban, bahkan diduga membiayai studi S3 korban. Penemuan jasad DL terjadi sekitar pukul 04.30 WIB hingga 05.40 WIB pada hari Senin. AKBP Basuki yang berada di kamar yang sama, melaporkan kejadian ini ke Polsek Gajahmungkur setelah mengetahui DL sudah tidak bernyawa.

Meskipun laporan awal menyebutkan bahwa korban meninggal karena sakit, pihak keluarga menemukan adanya kejanggalan. Keluarga korban dilaporkan menemukan beberapa bercak darah di lokasi kejadian, yang mendorong mereka untuk mendesak dilakukannya autopsi demi mengetahui penyebab pasti kematian DL.

Kasus kematian dosen Untag Semarang ini telah menarik perhatian serius dari aparat kepolisian. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio, menegaskan bahwa semua pihak yang terkait dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dimintai keterangan. “Semua yang terkait dengan TKP dimintai keterangan. Korban sedang diautopsi,” kata Kombes Dwi Subagio seperti dilansir dari DetikJateng.

Pihak Bidpropam Polda Jateng juga turut serta dalam pendalaman kasus ini, mengingat status AKBP Basuki sebagai anggota Polri. Hal ini menunjukkan keseriusan institusi dalam menangani dugaan keterlibatan anggotanya. Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, juga mengkonfirmasi upaya autopsi yang akan dilakukan. “Nanti kita coba lakukan otopsi. Nanti kita lihat hasil otopsinya seperti apa,” ujar AKP Nasoir kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Desakan autopsi dari pihak keluarga adalah langkah krusial untuk mengungkap tabir kematian DL. Keluarga korban merasa ada kejanggalan, seperti adanya bercak darah, dan berharap hasil autopsi dapat memberikan jawaban yang jelas mengenai penyebab kematian, apakah murni karena sakit atau ada faktor lain yang melatarbelakanginya. Hasil autopsi ini akan menjadi dasar penting bagi penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya dalam proses hukum. Hingga saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani proses autopsi.

Penyelidikan juga mencakup penelusuran lebih lanjut mengenai pola hubungan antara AKBP Basuki dan Dwinanda Linchia Levi. Meskipun Basuki menyatakan hubungan mereka sebatas teman dekat dan tidak ada ikatan asmara, informasi mengenai dirinya yang membiayai kuliah S3 korban menimbulkan pertanyaan. Hubungan yang kompleks ini menjadi salah satu aspek yang tengah digali untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai malam kejadian. Polda Jawa Tengah telah mengambil alih penanganan kasus ini, menandakan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara komprehensif dan transparan. Masyarakat menantikan kejelasan dari pihak kepolisian terkait misteri kematian dosen muda ini. Kepolisian berjanji akan bekerja profesional dan mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya setelah semua bukti terkumpul dan hasil autopsi keluar. Perkembangan selanjutnya dalam kasus ini akan sangat bergantung pada hasil forensik dan keterangan para saksi yang diperiksa. Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat profesi korban sebagai pendidik dan terduga teman pria yang merupakan seorang anggota kepolisian.

Share This Article