HONG KONG – Jumlah korban tewas akibat kebakaran dahsyat di kompleks apartemen Hong Kong telah meningkat menjadi 128 orang, dengan sekitar 200 lainnya masih dinyatakan hilang. Pihak berwenang pada Jumat mengumumkan delapan penangkapan tambahan terkait insiden mematikan tersebut, menjadikan total tersangka yang diamankan menjadi sebelas orang dalam penyelidikan yang semakin intensif.
Kebakaran yang melanda Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan bertingkat tinggi di distrik utara Tai Po, dimulai pada Rabu sore dan dengan cepat melahap tujuh dari delapan menara setinggi 32 lantai. Tragedi ini menjadi kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam hampir delapan dekade, memicu duka mendalam dan seruan untuk akuntabilitas atas potensi kelalaian regulasi.
Delapan orang yang baru ditangkap pada Jumat termasuk dua direktur perusahaan konsultan yang memberi saran terkait pekerjaan pemeliharaan di kompleks tersebut, dua manajer proyek yang bertanggung jawab mengawasi pekerjaan, tiga subkontraktor perancah, dan seorang perantara. Penangkapan ini menyusul penahanan tiga orang sebelumnya pada Kamis, termasuk para bos perusahaan konstruksi, atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian. Investigasi terhadap potensi korupsi dalam proyek renovasi kompleks tersebut juga telah diluncurkan oleh Komisi Independen Anti-Korupsi (ICAC).
Faktor-faktor yang diduga berkontribusi pada penyebaran api yang cepat kini menjadi fokus utama penyelidikan. \
