Bintang sepak bola global, Neymar Jr., membuat keputusan berani yang mengejutkan dunia sepak bola dengan kembali berlatih bersama klub masa kecilnya, Santos FC, meskipun didiagnosis menderita cedera serius pada meniskus lutut kirinya. Tindakan drastis ini diambil sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan *Peixe* dari ancaman degradasi bersejarah dari Campeonato Brasileiro Série A. Dengan Santos yang terperosok dalam zona degradasi dan menghadapi pertandingan krusial, tekad Neymar untuk berkorban demi klubnya menjadi sorotan utama.
Keputusan pemain berusia 33 tahun itu untuk menunda operasi yang direkomendasikan secara medis telah memicu kekhawatiran dari tim medis dan pakar sepak bola. Neymar telah didiagnosis dengan robekan meniskus di lutut kirinya, sebuah kondisi yang biasanya memerlukan artroskopi segera. Prosedur ini diperkirakan akan membuatnya menepi hingga awal tahun 2026. Namun, menghadapi situasi genting klub yang membesarkan namanya, Neymar memilih untuk mengabaikan saran tersebut dan bergabung dalam sesi latihan intensif pada Kamis, 28 November 2025.
Santos FC saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen, hanya satu poin di atas zona aman, menjadikan setiap pertandingan yang tersisa sebagai final. “Cek medisnya menunjukkan lututnya bermasalah. Tetapi hari ini (Kamis), setelah berbicara dengan departemen medis dan pelatih, dia turun ke lapangan dan berlatih normal, bersama grup dan dengan bola,” kata Marcelo Teixeira, Presiden Santos, seperti dilansir LA NACION. Pernyataan ini menegaskan kembali bahwa, meskipun ada diagnosis cedera, Neymar tetap hadir dan berpartisipasi dalam latihan.
Risiko yang diambil Neymar sangat besar. Para profesional medis telah memperingatkan bahwa memaksakan lutut yang cedera dapat memperparah kondisi, berpotensi menyebabkan masalah jangka panjang yang lebih parah dan periode pemulihan yang lebih lama. Ini juga bisa membahayakan harapannya untuk tampil di Piala Dunia 2026, yang kemungkinan akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk memperkuat tim nasional Brasil di turnamen terbesar tersebut. Namun, ikatan emosionalnya dengan Santos tampaknya lebih kuat daripada kekhawatiran akan dampak pribadi.
Sejak kembali ke Santos, Neymar telah mengalami beberapa kemunduran cedera. Ini adalah cedera keempatnya sepanjang tahun ini, termasuk masalah paha kiri pada Maret dan cedera otot pada April. Namun, situasi Santos kali ini terasa berbeda, membawa beban sejarah dan emosional yang jauh lebih besar. Klub yang telah melahirkan legenda seperti Pelé dan Neymar sendiri ini belum pernah terdegradasi sepanjang sejarahnya di kancah sepak bola Brasil, menjadikannya krisis terburuk dalam sejarah modern klub.
Untuk pertandingan penting melawan Sport Recife pada Jumat malam waktu setempat, Neymar bahkan dikabarkan siap menerima suntikan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan. “Neymar mengorbankan dirinya dalam pertandingan melawan Sport. Dia akan menerima suntikan untuk membantu mengatasi rasa sakit,” demikian laporan ESPN Brasil, seperti dikutip dari Sujan Van Gautam. Ini menunjukkan tingkat dedikasi yang luar biasa dari sang pemain, yang rela menanggung penderitaan fisik demi klub yang ia cintai.
Dalam sesi latihan, Neymar terlihat mengenakan perban di lutut yang cedera, namun ia mampu menyelesaikan latihan bersama rekan setimnya. Foto-foto latihannya yang diposting di akun media sosial resminya dengan tulisan “Siap untuk besok” menjadi viral, memicu gelombang dukungan dan kekhawatiran di kalangan penggemar dan pakar. Kehadiran Neymar di lapangan, bahkan dengan cedera, diharapkan dapat memberikan suntikan moral yang besar bagi skuat Santos dan para penggemar yang putus asa.
Pelatih Santos, Juan Pablo Vojvoda, menghadapi dilema besar: apakah akan menurunkan Neymar yang tidak sepenuhnya fit dan berisiko memperparah cederanya, atau mengandalkan pemain lain yang lebih sehat tetapi mungkin kurang berpengalaman dalam situasi tekanan tinggi seperti ini. Keputusan akhir mengenai partisipasi Neymar diyakini akan diambil setelah evaluasi medis terakhir menjelang pertandingan.
Taruhan sangat tinggi bagi Santos, dan langkah berani Neymar mencerminkan keputusasaan dan harapan yang menyelimuti klub. Apakah pengorbanan ini akan cukup untuk menyelamatkan *Peixe* dari degradasi, atau akankah itu menjadi pengorbanan yang sia-sia dengan konsekuensi jangka panjang bagi karier Neymar, masih harus kita lihat. Laga melawan Sport Recife akan menjadi penentu nasib, dengan mata seluruh dunia sepak bola tertuju pada Vila Belmiro.
