ESDM Bantah Tambang Emas Penyebab Banjir Longsor Sumut Tegaskan Evaluasi Menyeluruh

1 Min Read

Bencana banjir bandang dan tanah longsor parah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara memicu perdebatan sengit mengenai penyebabnya. Sorotan tajam mengarah pada aktivitas pertambangan emas di daerah tersebut, namun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan tegas membantah tudingan bahwa tambang emas legal menjadi biang keladi utama. Pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pertambangan di tengah dampak cuaca ekstrem yang terus berlanjut.

Banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 telah menghantam beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Padangsidimpuan. Skala bencana ini juga meluas hingga ke Provinsi Aceh dan Sumatera Barat, menyebabkan kerugian material dan korban jiwa yang signifikan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara termasuk di antara pihak yang menunjuk kerusakan ekosistem, khususnya di bentangan Batang Toru, sebagai faktor pemicu utama, dengan aktivitas pertambangan emas sebagai salah satu dugaannya.

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa berdasarkan laporan awal yang diterima pihaknya, lokasi operasional tambang emas berizin berada dalam radius yang cukup jauh dari titik-titik bencana. \

Share This Article