FSV Mainz 05 kembali menjadi sorotan setelah memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala Bo Henriksen pada awal Desember 2025. Perpisahan ini menambah panjang daftar nama juru taktik yang menukangi klub berjuluk Die Nullfünfer itu sejak kepergian ikonik Jürgen Klopp pada tahun 2008. Saat ini, Benjamin Hoffmann telah ditunjuk sebagai pelatih interim, sementara manajemen klub bergerak cepat mencari pengganti permanen untuk membalikkan keadaan tim yang terpuruk di dasar klasemen Bundesliga.
Pergantian kepemimpinan di kursi pelatih Mainz 05 telah menjadi pola yang terus berulang dalam satu setengah dekade terakhir. Kepergian Bo Henriksen, yang sempat menjadi penyelamat klub dari jurang degradasi pada musim 2023/2024 dan bahkan membawa tim ke Conference League pada musim sebelumnya, menunjukkan betapa krusialnya tuntutan performa di Bundesliga. “Bo sempat menyebutkan bahwa mungkin tim membutuhkan pendekatan baru,” ujar Direktur Olahraga Christian Heidel, menjelaskan alasan di balik keputusan untuk berpisah dengan Henriksen, seperti dilansir FAZ. Heidel menambahkan bahwa pembicaraan dilakukan secara terbuka, dan sang pelatih bahkan menginisiasi gagasan tersebut.
Setelah kepergian Henriksen, Benjamin Hoffmann, pelatih tim U23, mengambil alih posisi sementara. Ia akan memimpin tim dalam pertandingan Bundesliga berikutnya. Mengenai peran sementaranya, Hoffmann menyatakan, “Penting untuk membebaskan pikiran para pemain.” Ia juga menekankan bahwa para pemain memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik sebagai penghormatan kepada Henriksen, seperti dilansir Fussballdaten.de. Christian Heidel mengonfirmasi bahwa Mainz 05 sangat yakin telah menemukan pelatih baru, dengan pengumuman diharapkan pada akhir pekan. “Anda dapat berasumsi bahwa kami sangat, sangat yakin telah menemukan seorang pelatih,” kata Heidel, seperti dilaporkan Kicker.
Sejak Jürgen Klopp meninggalkan Mainz 05 pada Juni 2008 untuk melatih Borussia Dortmund, klub tersebut telah melalui serangkaian pergantian pelatih yang signifikan. Klopp sendiri adalah sosok yang membawa Mainz dari divisi bawah hingga promosi ke Bundesliga dan bertahan di sana, membangun fondasi identitas klub.
Pengganti Klopp adalah Jørn Andersen, yang menjabat dari Juli 2008 hingga Agustus 2009. Namun, masa kepemimpinannya tidak berlangsung lama. Klub kemudian membuat keputusan penting dengan menunjuk Thomas Tuchel pada Agustus 2009, seorang pelatih muda yang belum banyak dikenal. Tuchel sukses besar, mengarsiteki tim dengan gaya bermain menyerang yang menarik dan menempatkan Mainz di papan atas Bundesliga, bahkan lolos ke Liga Europa. Ia bertahan hingga Juni 2014, menjadi salah satu pelatih tersukses setelah Klopp.
Setelah Tuchel, estafet kepelatihan dilanjutkan oleh Kasper Hjulmand (Juli 2014 – Februari 2015), Martin Schmidt (Februari 2015 – Mei 2017), dan Sandro Schwarz (Juni 2017 – November 2019). Setiap pelatih membawa filosofi dan tantangannya masing-masing, dengan beberapa periode yang lebih stabil daripada yang lain. Schmidt dikenal karena pendekatannya yang pragmatis, sementara Schwarz mencoba membangun proyek jangka panjang.
Namun, ketidakstabilan kembali melanda. Achim Beierlorzer (November 2019 – September 2020) dan Jan-Moritz Lichte (September 2020 – Desember 2020) memiliki masa jabatan yang singkat. Jan Siewert sempat menjadi pelatih interim pada Desember 2020 hingga Januari 2021, sebelum Bo Svensson mengambil alih. Svensson, mantan pemain Mainz, membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan dan dikenal karena pendekatannya yang intens dan fokus pada pengembangan pemain muda. Ia melatih dari Januari 2021 hingga November 2023.
Setelah Svensson mundur, Jan Siewert kembali ditunjuk, kali ini sebagai pelatih kepala permanen, dari November 2023 hingga Februari 2024. Namun, hasil yang kurang memuaskan membuatnya digantikan oleh Bo Henriksen. Henriksen sendiri kini telah dilepas, menandai pergantian pelatih ke-12 sejak Klopp, termasuk dua periode Jan Siewert dan Benjamin Hoffmann sebagai interim.
Sejarah Mainz 05 setelah Klopp menunjukkan bahwa klub ini memiliki keunikan dalam memilih pelatih, seringkali memberikan kesempatan kepada nama-nama yang relatif belum dikenal namun memiliki potensi besar, mirip dengan awal karier Klopp dan Tuchel. Namun, tekanan untuk mempertahankan posisi di Bundesliga dan harapan yang tinggi seringkali berujung pada keputusan sulit dan pergantian pelatih yang cepat. Tantangan utama saat ini adalah menemukan sosok yang tepat untuk mengembalikan performa tim dan membangun stabilitas jangka panjang di Opel Arena.
