Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi gerbang penting dalam peningkatan kualitas pengajar di Indonesia. Namun, upaya tindak lanjut pasca-program seringkali menghadapi beragam hambatan yang bersifat multifaset, menjadi fokus evaluasi menjelang pelaksanaan PPG 2025. Tantangan ini meliputi aspek teknis, sumber daya manusia, hingga manajemen waktu, yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak terkait.
Hambatan utama yang kerap ditemui para guru dalam fase tindak lanjut adalah keterbatasan waktu. Jadwal mengajar yang padat ditambah beban tugas administratif membuat para guru kesulitan menemukan waktu yang ideal untuk sesi coaching atau diskusi mendalam bersama rekan sejawat. \
