Ghazl El Mahalla Kejutkan Raksasa Al Ahly di Piala Liga Mesir

2 Min Read

Ghazl El Mahalla berhasil menciptakan kejutan besar di kancah sepak bola Mesir setelah menaklukkan tim raksasa Al Ahly dengan skor tipis 2-1. Pertandingan sengit ini berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025, di kandang Ghazl El Mahalla Stadium sebagai bagian dari babak penyisihan grup Piala Liga Mesir.

Kemenangan ini menjadi sorotan utama mengingat dominasi Al Ahly dalam kompetisi domestik Mesir selama bertahun-tahun. Bagi Ghazl El Mahalla, hasil ini bukan hanya sekadar tiga poin, tetapi juga suntikan moral yang signifikan dan kemenangan pertama mereka di ajang Piala Liga musim ini. Mereka tampil heroik di hadapan pendukungnya sendiri untuk mengamankan hasil yang bersejarah.

Jalannya pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Ghazl El Mahalla menunjukkan intensitas sejak awal dan berhasil membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui gol yang dicetak oleh penyerang Tunisia, Rached Arfaoui. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti sempat membentur tiang kanan gawang Mohamed Seha sebelum akhirnya bersarang di jala, memicu sorak sorai pendukung tuan rumah.

Al Ahly, meski didominasi oleh pemain muda, tidak tinggal diam. Mereka berusaha keras untuk menekan pertahanan Ghazl El Mahalla dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama. Omar Sayed Moawad menjadi penyelamat bagi Al Ahly dengan golnya pada menit ke-43, memastikan kedua tim masuk ruang ganti dengan skor imbang 1-1.

Memasuki babak kedua, kedua tim terus berupaya mencari gol kemenangan. Namun, Ghazl El Mahalla yang lebih beruntung. Pada menit ke-62, Kibou Saïdi berhasil mencetak gol kedua untuk timnya, mengubah kedudukan menjadi 2-1. Gol ini terbukti menjadi penentu kemenangan bagi Ghazl El Mahalla, meskipun Al Ahly terus melancarkan serangan di sisa waktu pertandingan.

Pelatih kepala Al Ahly, Jess Thorup, diketahui mengambil pendekatan strategis dalam pertandingan Piala Liga ini. Ia memutuskan untuk menurunkan skuad yang sebagian besar terdiri dari pemain muda dan berkembang, dengan hanya tiga pemain senior tim utama yang disertakan, yaitu Mohamed Seha, Mostafa El Aash, dan Hussein El Shahat. Keputusan ini mencerminkan prioritas klub dalam mengembangkan talenta masa depan.

Menanggapi kekalahan tersebut, Jess Thorup menjelaskan alasannya. \

Share This Article