Kamis, 25 Desember 2025, menandai perayaan Hari Natal yang akan dirayakan secara global dengan beragam tradisi, pertandingan olahraga yang ditunggu-tunggu, serta kondisi cuaca yang bervariasi dari salju langka hingga badai ekstrem.
Natal, sebuah hari raya keagamaan dan budaya yang penting, secara universal diperingati untuk mengenang kelahiran Yesus Kristus. Di seluruh dunia, keluarga berkumpul, bertukar hadiah, menghias rumah, dan menikmati santapan khusus. Tanggal 25 Desember telah diakui sebagai hari libur federal di Amerika Serikat sejak akhir tahun 1800-an, mengukuhkan posisinya dalam kalender nasional.
Bagi para penggemar bola basket, Hari Natal 2025 akan menyajikan tontonan menarik dari National Basketball Association (NBA). Sejumlah pertandingan bergengsi dijadwalkan, melanjutkan tradisi yang telah berlangsung sejak tahun 1947. Para bintang NBA seperti Gilgeous-Alexander dan Jalen Williams dari Oklahoma City Thunder, Darius Garland dari Cleveland Cavaliers, serta Alperen Sengun dari Houston Rockets akan melakoni debut mereka di Hari Natal. Pertandingan ini akan disiarkan secara eksklusif di ESPN dan ABC, memberikan hiburan kelas dunia bagi jutaan penonton. Sorotan khusus tertuju pada pertarungan antara New York Knicks dan Cleveland Cavaliers. “Knicks berhasil melakukan comeback terbesar mereka musim ini, bangkit dari ketertinggalan 17 poin untuk memberikan hadiah Natal yang luar biasa bagi para penggemar di New York,” seperti dilaporkan NBA.com, menyoroti kegembiraan yang dirasakan oleh penggemar bola basket di kota tersebut.
Di sisi lain, kondisi cuaca pada Natal 2025 menampilkan gambaran yang kontras. Impian akan ‘White Christmas’ atau Natal bersalju tampaknya semakin sulit terwujud di sebagian besar wilayah Amerika Serikat. “Sayangnya, ‘White Christmas’ di sebagian besar negara tampaknya semakin kecil kemungkinannya tahun ini,” kata Shawn Carter dari Dinas Cuaca Amerika Serikat, seperti dilansir The New York Times. Pola cuaca yang tidak biasa telah membawa suhu di atas rata-rata ke wilayah Timur Laut Amerika Serikat dan Atlantik Kanada setelah periode dingin di awal Desember.
Sementara itu, California menghadapi ancaman badai berturut-turut yang membawa hujan lebat, angin kencang, dan salju di pegunungan pada Hari Natal. Beberapa laporan mengindikasikan adanya banjir dan longsor lumpur di wilayah tersebut, terutama di area bekas kebakaran hutan. Di Sierra Nevada, akumulasi salju yang tebal membuat perjalanan menjadi sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan, dengan beberapa resor ski melaporkan puluhan inci salju baru. Sekitar 8 juta penduduk di California Selatan, termasuk Los Angeles, San Bernardino, Ventura, dan Santa Barbara, berada dalam zona risiko sedang untuk banjir pada Hari Natal.
Dalam hal aktivitas komersial, sebagian besar toko dan restoran besar akan tutup pada Hari Natal 2025. Peritel besar seperti Walmart dan Target telah mengumumkan penutupan toko mereka pada hari tersebut, sementara sebagian besar toko kelontong juga tidak akan beroperasi. Namun, beberapa bisnis kecil dan jaringan makanan cepat saji tertentu mungkin tetap buka, meskipun dengan jam operasional yang berbeda. Konsumen diimbau untuk memeriksa jam operasional masing-masing toko sebelum bepergian.
Menambah catatan penting, mantan Presiden Donald Trump sempat mendeklarasikan 24 Desember (Malam Natal) dan 26 Desember (sehari setelah Natal) sebagai hari libur federal sementara khusus bagi pegawai pemerintah federal pada tahun 2025. Deklarasi ini merupakan perintah eksekutif dan tidak menjadi hari libur permanen bagi seluruh masyarakat, kecuali jika Kongres mengesahkan undang-undang untuk menjadikannya demikian. Dengan demikian, Natal 2025 akan menjadi perpaduan unik antara perayaan sakral, semangat komunitas, kompetisi olahraga, dan dinamika cuaca yang menantang.
