Waspada Super Flu H3N2 Polresta Yogyakarta Perkuat Disiplin Prokes

2 Min Read

YOGYAKARTA – Polresta Yogyakarta, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat, kembali mengintensifkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai penyebaran varian baru Super Flu H3N2 Subclade K. Imbauan ini disertai ajakan untuk kembali mendisiplinkan protokol kesehatan guna mencegah penularan yang lebih luas di tengah masyarakat. Langkah proaktif ini diambil menyusul terdeteksinya kasus Super Flu di beberapa wilayah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

Super Flu, sebuah istilah yang merujuk pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K, memiliki karakteristik penularan yang lebih cepat dibandingkan flu biasa. Varian ini juga disebut memiliki kemampuan ‘immune escape’, atau menghindari sistem kekebalan tubuh yang sudah terbentuk. Gejala yang ditimbulkan cenderung lebih berat, mencakup demam tinggi antara 39-41 derajat Celcius, nyeri otot hebat, sakit kepala parah, kelelahan ekstrem, dan batuk kering.

Per akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mencatat setidaknya 62 kasus Super Flu secara nasional. Kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, di antaranya Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Di DIY sendiri, kasus Super Flu telah terdeteksi di wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta, mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Super Flu bukanlah virus baru yang mematikan layaknya awal pandemi COVID-19.

Share This Article