Jeddah, Arab Saudi – Tim nasional Jepang U-23 dan Korea Selatan U-23 berhasil mengukir kemenangan kedua mereka dalam fase grup Piala Asia U-23 2026 yang berlangsung di Arab Saudi pada Sabtu (10/1) malam waktu Indonesia. Hasil positif ini menempatkan kedua raksasa sepak bola Asia tersebut di puncak klasemen sementara grup masing-masing, memperlebar jalan mereka menuju babak gugur turnamen.
Skuad Samurai Biru, julukan Timnas Jepang U-23, melanjutkan performa impresifnya dengan menaklukkan Uni Emirat Arab (UEA) U-23 melalui skor meyakinkan 3-0. Pertandingan yang digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, ini menunjukkan dominasi Jepang sejak menit awal. Gol pembuka dicetak oleh Yuto Ozeki pada menit ke-20, memberikan keunggulan cepat bagi Jepang. Keunggulan tersebut semakin kokoh setelah Shusuke Furuya menambah gol pada menit ke-83, menegaskan kemenangan telak Jepang. Satu gol lain juga turut menyumbang pada kemenangan tersebut. Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Jepang, setelah pada laga perdana mereka sukses melibas Suriah dengan skor telak 5-0.
Dengan dua kemenangan bersih, Jepang kini memimpin Grup B dengan raihan enam poin sempurna. Performa yang sangat dominan ini menjadikan mereka salah satu kandidat kuat juara turnamen. “Kemenangan telak Jepang atas Uni Emirat Arab adalah bukti nyata dari kedalaman skuad dan strategi yang matang. Mereka menunjukkan bahwa disiplin dan organisasi permainan yang rapi menjadi kunci utama dominasi di lapangan,” ujar seorang pengamat sepak bola Asia seperti dilansir Portal Indonesia, menyoroti konsistensi performa Timnas Jepang U-23.
Sementara itu, di Grup C, Timnas Korea Selatan U-23 juga berhasil mendulang kemenangan penting setelah sempat tertinggal dari Lebanon dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Al Shabab, Riyadh. Kebangkitan tim berjuluk Taegeuk Warriors ini menegaskan mentalitas juang tinggi yang mereka miliki. Pada laga pembuka, Korea Selatan sempat ditahan imbang tanpa gol oleh Iran, menunjukkan bahwa persaingan di grup ini cukup ketat. Namun, kemampuan untuk membalikkan keadaan saat menghadapi Lebanon menjadi sinyal kuat bahwa Korea Selatan siap menghadapi tantangan lebih lanjut di turnamen ini.
Kemenangan kedua bagi Korea Selatan menempatkan mereka di posisi teratas Grup C. Dengan hasil ini, kedua tim, Jepang dan Korea Selatan, telah menunjukkan fondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh di Piala Asia U-23 2026. “Meskipun sempat menghadapi perlawanan ketat, Korea Selatan berhasil bangkit dan mengamankan tiga poin krusial. Mentalitas pantang menyerah ini adalah ciri khas Taegeuk Warriors yang patut diacungi jempol,” tambah seorang analisis sepak bola seperti diberitakan Mureks.co.id, menggarisbawahi semangat juang para pemain muda Korea Selatan.
Perjalanan kedua tim di fase grup akan mencapai puncaknya pada laga terakhir. Jepang dijadwalkan akan menghadapi Qatar pada tanggal 13 Januari 2026, dalam pertandingan yang berpotensi menjadi penentu juara grup. Sementara itu, Korea Selatan akan melakoni laga krusial melawan Uzbekistan di tanggal yang sama, yang juga akan menjadi penentu posisi akhir di Grup C. Hasil-hasil ini sangat penting untuk menentukan lawan di babak perempat final, serta menghindari tim-tim kuat lainnya.
Dominasi Jepang dan Korea Selatan di awal turnamen ini memberikan sinyal kuat kepada tim-tim peserta lainnya. Kedua negara ini memang dikenal sebagai kekuatan sepak bola di Asia dengan sejarah panjang dalam pembinaan pemain muda. Persiapan matang dan strategi yang tepat tampak menjadi kunci keberhasilan mereka sejauh ini. Turnamen Piala Asia U-23 sendiri menjadi ajang penting bagi para talenta muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sekaligus sebagai batu loncatan menuju tim nasional senior. Banyak pemain yang bersinar di ajang ini kemudian menjadi tulang punggung bagi tim nasional negaranya di level yang lebih tinggi.
Kontras dengan performa apik Jepang dan Korea Selatan, beberapa tim lain menunjukkan hasil yang beragam. Vietnam, misalnya, juga tampil ‘gacor’ di fase grup, berhasil meraih kemenangan atas Yordania dan Kyrgyztan dalam dua laga awal mereka di Grup A, mendekatkan mereka ke babak delapan besar. Namun, tidak semua tim memiliki nasib serupa. Tim Nasional Indonesia U-23, yang sempat menorehkan sejarah sebagai semifinalis di Piala Asia U-23 2024, sayangnya gagal lolos ke edisi 2026 ini, sebuah realitas pahit yang kontras dengan capaian sebelumnya. Kegagalan ini, menurut media Vietnam The Thao 247, membuat Timnas U-23 Indonesia “kehilangan identitas” setelah ditahan imbang Laos dan tak berdaya menghadapi Korea Selatan di kualifikasi. Ini menunjukkan betapa kompetitifnya ajang ini.
Dengan babak grup yang semakin memanas, perhatian kini tertuju pada laga-laga penentu yang akan datang. Baik Jepang maupun Korea Selatan memiliki misi untuk mengamankan posisi terbaik di grup mereka agar mendapatkan undian yang lebih menguntungkan di babak perempat final. Keberhasilan mereka hingga saat ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga inspirasi bagi pengembangan sepak bola di seluruh benua Asia.
