Indian Oil Corporation (IOC), perusahaan penyulingan minyak terbesar di India, telah melakukan langkah signifikan dalam diversifikasi pasokan minyak mentahnya. Perusahaan ini dilaporkan telah mengamankan sekitar 7 juta barel minyak mentah untuk pengiriman bulan Maret dari Angola, Brasil, dan Uni Emirat Arab (UEA). Pergeseran strategis ini terjadi seiring dengan upaya India untuk mengurangi ketergantungannya pada pasokan minyak mentah Rusia, yang mengalami penurunan tajam akibat sanksi Barat yang semakin ketat dan keinginan New Delhi untuk memperbaiki hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap dinamika geopolitik global dan tekanan ekonomi. Sejak Oktober 2025, sanksi Barat terhadap produsen minyak Rusia utama, seperti Rosneft dan Lukoil, semakin intensif. Kondisi ini secara efektif telah mengganggu aliran minyak Rusia, mendorong impor minyak mentah India dari Rusia ke titik terendah dalam dua tahun terakhir pada Desember 2025. Penurunan ini sangat mencolok, mengingat Rusia sempat menggantikan Irak sebagai pemasok minyak mentah utama India pada tahun 2022, setelah para penyuling India dengan cepat membeli minyak Rusia yang sangat diskon.
Pengadaan minyak mentah untuk pengiriman Maret 2026 mencakup beberapa kesepakatan penting. Dari Brasil, IOC membeli 2 juta barel minyak mentah jenis Buzios dari Petrobras melalui kontrak opsional yang fleksibel. Sementara itu, dari UEA, IOC berhasil mengamankan total 3 juta barel, terdiri dari 2 juta barel minyak mentah Upper Zakum dari Mercuria dan 1 juta barel minyak mentah Murban dari Shell. Afrika juga menjadi fokus baru, dengan pembelian 2 juta barel dari Angola, yang mencakup masing-masing 1 juta barel minyak jenis Hungo dan Clove dari Exxon. Diversifikasi ini tidak berhenti di situ, IOC juga baru-baru ini mendapatkan kargo minyak mentah Kolombia dan Ekuador untuk pertama kalinya, semakin memperluas basis pasokannya.
Pergeseran ini tidak hanya didorong oleh kebutuhan untuk mematuhi sanksi, tetapi juga terkait erat dengan upaya diplomatik India. New Delhi berupaya mengamankan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat yang bertujuan untuk menurunkan atau menghapus tarif pada barang-barang India. Amerika Serikat sebelumnya memberlakukan tarif tambahan 25% pada India sebagai respons atas pembelian minyak mentah Rusia. Isyarat positif telah datang dari Washington terkait kemungkinan pencabutan tarif ini jika impor minyak Rusia oleh India terus menurun.
Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat, mengomentari perkembangan ini. \
