Pergerakan investasi asing pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO), sebuah entitas terkemuka di sektor jasa pertambangan dan konstruksi, mencatatkan pembalikan tren yang mencolok dalam lima hari perdagangan terakhir, terhitung dari 19 hingga 23 Januari 2026. Aliran dana yang semula didominasi oleh aktivitas pembelian bersih (net buy) secara drastis beralih menjadi aksi jual bersih (net sell) oleh investor mancanegara. Pergeseran sentimen ini telah memicu koreksi harga saham PTRO secara signifikan, mengakhiri periode kenaikan panjang yang dinikmati perusahaan sepanjang tahun 2025.
Puncak tekanan terjadi pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Januari 2026. Pada hari itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih yang substansial, mencapai Rp58,69 miliar di pasar reguler. Dampak langsung dari aktivitas ini adalah penurunan harga saham PTRO yang drastis, merosot hingga 14,85% dan ditutup pada level 9.175. Penurunan ini bahkan membuat saham PTRO menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB), sebuah mekanisme bursa untuk membatasi fluktuasi harga ekstrem dalam satu hari perdagangan. Kondisi ARB ini menandakan kuatnya tekanan jual yang membanjiri pasar.
Sehari sebelumnya, pada Kamis, 22 Januari 2026, sinyal pembalikan arah arus dana asing sudah mulai terlihat. Investor asing melanjutkan aksi jualnya dengan mencatatkan net sell sebesar Rp54,96 miliar, dan harga saham PTRO mengakhiri perdagangan di level 10.775. Secara total, nilai transaksi perdagangan saham PTRO pada Jumat tersebut mencapai angka Rp2,54 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 2,71 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 95.321 kali. Angka-angka ini mencerminkan tingginya intensitas aktivitas jual beli di tengah sentimen negatif yang berkembang.
Analisis mendalam terhadap pergerakan ini menunjukkan bahwa sebelumnya, PTRO sempat menjadi target akumulasi. Pada Rabu, 21 Januari 2026, investor asing masih menunjukkan kepercayaan dengan mencatatkan pembelian bersih (net buy) tipis senilai Rp38,92 miliar, menutup perdagangan pada harga 12.375. Titik tertinggi akumulasi asing terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, ketika net buy di pasar reguler melonjak signifikan mencapai Rp211,25 miliar, mendorong harga saham berada pada level 12.725. Bahkan pada Senin, 19 Januari 2026, awal pekan tersebut, investor asing juga terpantau aktif melakukan pembelian bersih.
Pergeseran mendadak dari net buy menjadi net sell ini diyakini oleh para analis pasar sebagai konsekuensi dari beberapa faktor utama. Salah satu pemicu terkuat adalah aksi ambil untung atau profit taking yang masif setelah saham PTRO mengalami reli panjang sepanjang tahun 2025. Reli ini adalah periode kenaikan harga saham yang berkelanjutan dan substansial, memberikan keuntungan besar bagi investor yang masuk lebih awal. \
