Pemerintah Prancis mengumumkan keberhasilan signifikan dalam memerangi perdagangan narkoba di Marseille, dengan penurunan tajam dalam insiden pembunuhan terkait narkoba atau ‘narchomicides’ dan penutupan puluhan titik penjualan narkoba. Laporan komprehensif ini dipresentasikan pada awal Februari 2026, menyoroti efektivitas strategi ‘pilonnage’ yang intensif dan penegakan hukum yang kuat. Upaya ini menunjukkan komitmen negara untuk membersihkan kota pelabuhan itu dari cengkeraman kejahatan terorganisir.
Operasi ‘pilonnage’ melibatkan pengerahan besar-besaran pasukan keamanan untuk secara terus-menerus menekan dan menduduki area-area yang dikenal sebagai titik transaksi narkoba. Strategi ini terbukti ampuh dalam mengganggu operasi geng narkoba dan mengembalikan ketertiban di lingkungan yang sebelumnya dikuasai oleh pengedar. Pendekatan proaktif ini bertujuan untuk tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga merusak infrastruktur operasional jaringan narkoba.
Data menunjukkan dampak nyata dari operasi ini. Jumlah ‘narchomicides’ di Marseille anjlok menjadi sembilan kasus pada tahun 2025, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan 49 kasus pada tahun 2023 dan sekitar 18 hingga 26 kasus pada tahun 2024. Penurunan drastis ini menjadi indikator paling jelas dari keberhasilan upaya pemerintah dalam menekan kekerasan yang kerap menyertai perang antar geng narkoba.
Tidak hanya itu, titik-titik penjualan narkoba juga berkurang secara signifikan. Antara tahun 2021 dan 2025, jumlah ‘points de deal’ di seluruh departemen Bouches-du-Rhône menurun 48%, dari 222 menjadi 114. Di Marseille sendiri, jumlahnya turun dari 121 menjadi 89 titik dalam periode yang sama. “Mot d’ordre est clair… La priorité est donnée à la lutte contre le narcotrafic, qui sévit au cœur de la cité phocéenne,” kata Jacques Witkowski, Prefek Provence-Alpes-Côte d’Azur dan Bouches-du-Rhône, seperti dikutip dari Yahoo Actualités France, menegaskan kembali prioritas pemerintah.
Penegakan hukum juga menghasilkan penyitaan yang substansial. Pada tahun 2025, sebanyak 1,4 ton narkoba dan satu juta euro uang tunai berhasil disita di distrik-distrik utara Marseille saja, demikian dilaporkan La Provence. Lebih dari 800 individu yang terkait dengan mafia Marseille telah ditahan secara provisional hingga akhir 2025, mencerminkan tekanan yudisial yang tak henti-hentinya terhadap jaringan kejahatan.
Selain tindakan keras di jalanan, pemerintah juga menargetkan aspek ekonomi bawah tanah yang mendukung perdagangan narkoba. Pasar Soleil di Marseille, sebuah pusat perbelanjaan besar yang dicurigai sebagai sarang penipuan dan ekonomi ilegal, dikenai penutupan administratif selama enam bulan berdasarkan undang-undang anti-narkotrafik. Investigasi menunjukkan bahwa 75% dari 160 pedagang di pasar tersebut beroperasi secara ilegal, menurut Le Figaro.
Prefek Jacques Witkowski menjelaskan langkah tersebut, “On travaille sur l’amont, avec le pilonnage des points de deal.” Ia menambahkan bahwa tujuan penutupan ini adalah “gagner du temps et couper très vite toute cette économie dite souterraine,” yang diyakini dapat menjadi saluran pencucian uang bagi pengedar narkoba, seperti dilansir Le Figaro. Ini menunjukkan pendekatan multi-faceted yang tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga memutus sumber pendanaan mereka.
Meski demikian, perjuangan belum berakhir. Para pejabat mengakui adanya adaptasi dari jaringan narkoba, termasuk peningkatan ‘narcolivraisons’ atau pengiriman narkoba dari rumah ke rumah. Modus operandi baru ini muncul sebagai respons terhadap penutupan titik-titik penjualan fisik. Selain itu, jaringan-jaringan ini juga mencoba mendiversifikasi aktivitas mereka ke dalam pemerasan pedagang dan tokoh lokal, menandakan evolusi ancaman yang terus-menerus.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan baru ini, pihak berwenang terus menyesuaikan strategi mereka. Pengenaan lebih dari 20.000 denda tetap untuk konsumsi narkoba bertujuan untuk menekan sisi permintaan. Sementara itu, Groupements Interministériels de Recherches (GIR) tetap aktif dalam melacak aliran dana ilegal, memukul jantung keuangan organisasi kriminal. Perjuangan melawan narkotrafik di Marseille adalah maraton yang berkelanjutan, namun dengan hasil yang menggembirakan di awal ini, harapan untuk Marseille yang lebih aman semakin kuat.
