Pengadilan Regional Buruh Rhineland-Palatinate pada 12 November 2025 memutuskan menolak banding klub sepak bola Jerman FSV Mainz 05 terkait pemecatan mantan pemain sayapnya, Anwar El Ghazi. Keputusan ini secara definitif menyatakan bahwa pemutusan kontrak El Ghazi pada November 2023 adalah tidak sah atau ‘ontoereikend’, dan klub Bundesliga tersebut kini wajib membayar sejumlah besar kompensasi kepada pemain asal Belanda tersebut.
Mainz 05 diwajibkan untuk membayar sisa gaji dan bonus El Ghazi yang diperkirakan mencapai total sekitar 1,7 juta euro. Sebelumnya, pada Agustus 2024, klub telah melakukan pembayaran awal sebesar 1,5 juta euro. Namun, masih ada ketidaksepakatan mengenai bonus yang tersisa dan proses banding yang sedang berjalan, yang kini telah berakhir dengan kemenangan bagi El Ghazi.
Permasalahan ini berawal pada November 2023 ketika Mainz 05 memecat Anwar El Ghazi setelah sang pemain mengunggah pesan pro-Palestina di media sosial terkait konflik Israel-Gaza. Unggahan tersebut mencakup frasa kontroversial \
