Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam adu argumen sengit di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, 23 Desember 2025. Perdebatan ini berpusat pada syarat-syarat untuk menghidupkan kembali perundingan nuklir yang telah lama terhenti. Washington menegaskan kesiapannya untuk berdialog langsung, namun Tehran menolak tuntutan AS sebagai tidak adil dan melanggar hak-haknya. Momen konfrontasi ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat menyusul eskalasi militer dan penerapan kembali sanksi-sanksi PBB terhadap Iran.
Wakil Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Morgan Ortagus, menyatakan bahwa Washington tetap terbuka untuk perundingan formal dengan Iran. Namun, Ortagus menekankan adanya prasyarat yang jelas. \
