Bintang Muda Iva Jovic Tantang Ratu Tenis Aryna Sabalenka di Perempat Final Australian Open

2 Min Read

Melbourne, Australia – Dunia tenis tengah menyoroti pertarungan sengit yang akan terjadi di perempat final Australian Open 2026, mempertemukan talenta muda Amerika Serikat, Iva Jovic, 18 tahun, dengan petenis peringkat satu dunia sekaligus juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka. Laga ini menjadi titik krusial bagi Jovic, yang secara mengejutkan berhasil melaju ke babak delapan besar Grand Slam pertamanya tanpa kehilangan satu set pun, menjadikannya salah satu cerita paling inspiratif di turnamen tahun ini.

Penampilan gemilang Jovic di Melbourne Park telah memicu perbincangan luas, bahkan menarik perhatian legenda tenis Novak Djokovic. Petenis Serbia itu memberikan pujian setinggi langit, “Dia jelas memiliki semua perangkat untuk menjadi juara masa depan dan petenis nomor satu di masa depan,” kata Novak Djokovic, seperti dilansir BBC Sport. Ucapan ini tentu menjadi suntikan semangat besar bagi Jovic, yang kabarnya sering meminta nasihat dari Djokovic karena latar belakang Serbia yang sama.

Dalam 12 bulan terakhir, Jovic telah menunjukkan lonjakan performa yang luar biasa, melesat dari peringkat 191 dunia menjadi 27. Tahun 2025 menjadi musim terobosannya dengan meraih gelar WTA Tour pertamanya di Guadalajara, Meksiko, disusul gelar WTA 125 di Ilkley Open. Memasuki musim 2026, momentum positif terus berlanjut dengan mencapai semifinal di Auckland dan final di Hobart International, meskipun harus mengakui keunggulan Elisabetta Cocciaretto dari Italia.

Perjalanan Jovic di Australian Open 2026 ini tak kalah mengesankan. Sebagai pemain termuda di posisi 100 teratas dunia, ia menunjukkan kematangan dan ketenangan yang melampaui usianya. Ia tidak memberikan kesempatan kepada lawan-lawannya, termasuk kemenangan dominan 6-0, 6-1 atas Yulia Putintseva di babak keempat, serta kemenangan pertama dalam kariernya atas petenis 20 besar dunia saat menyingkirkan unggulan ketujuh Jasmine Paolini. Kemenangan tersebut membuktikan kemampuannya bersaing di level tertinggi.

Analis tenis Annabel Croft memuji gaya permainan Jovic yang agresif dan taktis. “Dia hampir mencekik lawan-lawannya di lapangan, dan pasti ada faktor ketakutan karena tidak ada yang ingin kalah dari seorang remaja 18 tahun,” kata Croft seperti dilansir BBC Sport. Ia menambahkan bahwa Jovic

Share This Article