Legenda Tenis Kecam Perlakuan Channel Nine Terhadap Bintang Muda Australia di Australian Open

4 Min Read

Melbourne, Australia – Legenda tenis Australia, Wendy Turnbull, melancarkan kritik tajam terhadap Channel Nine atas perlakuan mereka terhadap bintang muda tuan rumah, Maya Joint, di Australian Open. Turnbull menuding jaringan televisi tersebut dan Tennis Australia telah memberikan tekanan berlebihan kepada petenis berusia 19 tahun itu melalui promosi yang masif, yang ia nilai tidak adil bagi seorang atlet yang belum masuk jajaran top 10 dunia.

Komentar pedas Turnbull ini muncul setelah Maya Joint, petenis putri Australia dengan peringkat tertinggi dunia di urutan ke-31 saat itu, mengalami kekalahan di babak pertama tunggal putri Australian Open 2026. Joint ditumbangkan oleh petenis kualifikasi asal Turki, Zeynep Sonmez, dalam pertandingan yang berlangsung sengit pada Jumat lalu di Melbourne Park.

Menurut Wendy Turnbull, peraih empat gelar Grand Slam di nomor ganda, pendekatan promosi Channel Nine terlalu berlebihan. Ia merasa media tersebut menempatkan seluruh harapan pada satu individu. “Mereka (Channel Nine dan Tennis Australia) menaruh semua telur mereka dalam satu keranjang dengan hanya mempromosikan satu orang,” kata Turnbull seperti dilansir Daily Mail, menegaskan keprihatinannya akan dampak psikologis pada Joint.

Maya Joint, yang lahir di Michigan, Amerika Serikat, namun memilih untuk mewakili Australia, mengakui adanya tekanan tambahan yang ia rasakan sebagai pemain tuan rumah. Apalagi, ia menyandang status sebagai petenis nomor satu di negaranya pada turnamen tersebut. “Ini adalah perasaan yang luar biasa, terutama bermain di rumah sendiri. Ada sedikit tekanan ekstra. Menjadi nomor satu di negara Anda meningkatkan ekspektasi,” ungkap Maya Joint seperti dilansir MSN, beberapa waktu sebelum pertandingannya.

Promosi intensif Channel Nine sebelum turnamen membuat wajah Joint terpampang di mana-mana, menciptakan narasi bahwa ia adalah harapan terbesar Australia. Namun, ekspektasi tinggi ini, yang dibangun oleh media, bertolak belakang dengan peringkat dan pengalaman Joint yang masih tergolong baru di level Grand Slam. Kekalahannya di babak pertama secara tidak langsung memicu kembali diskusi tentang tekanan media terhadap atlet muda.

Ini bukan kali pertama liputan Channel Nine memicu kontroversi di Australian Open. Pada edisi sebelumnya, Australian Open 2025, petenis kaliber dunia seperti Novak Djokovic dan Ben Shelton juga menyuarakan ketidaknyamanan mereka terhadap perilaku pewawancara dan komentar yang dianggap tidak pantas. Novak Djokovic bahkan menuntut permintaan maaf dari Channel Nine dan memboikot wawancara di lapangan dengan Jim Courier setelah komentator Tony Jones menyebutnya “melebih-lebihkan” dan “sudah habis” dalam sebuah siaran berita, menurut laporan Wikipedia.

Insiden-insiden sebelumnya menunjukkan pola dalam liputan Channel Nine yang terkadang dianggap melampaui batas etika jurnalistik atau memberikan tekanan yang tidak semestinya pada para atlet. Kritikan dari seorang tokoh sekelas Wendy Turnbull semakin menyoroti pentingnya keseimbangan antara promosi yang diperlukan dan perlindungan terhadap kesejahteraan mental para pemain, terutama mereka yang masih muda dan sedang membangun karier mereka.

Kekalahan Joint di babak pertama menjadi pukulan telak bagi harapan publik Australia, yang telah dipupuk oleh narasi media. Namun, di sisi lain, insiden ini juga menjadi pengingat bagi penyiar dan promotor untuk lebih berhati-hati dalam membangun citra seorang atlet, agar tidak membebani mereka dengan ekspektasi yang tidak realistis. Masa depan Maya Joint di dunia tenis masih panjang, dan pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga baginya dan semua pihak yang terlibat dalam industri olahraga.

Channel Nine dan Tennis Australia belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik terbaru dari Wendy Turnbull. Namun, diskusi mengenai etika media dalam meliput olahraga dan perlindungan atlet muda kemungkinan akan terus berlanjut di tengah berlangsungnya Australian Open.

Share This Article