Supermoon Dingin Akhiri 2025 dengan Gemerlap Puncak Cahaya

2 Min Read

Fenomena astronomi langka akan menghiasi langit malam akhir tahun ini ketika ‘Supermoon Dingin’ atau Cold Supermoon, bulan purnama terakhir tahun 2025, mencapai puncaknya pada Kamis, 4 Desember. Peristiwa langit ini menjanjikan pemandangan spektakuler dengan bulan yang tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya, menawarkan tontonan memukau bagi para pengamat bintang di seluruh dunia.

Bulan purnama Desember ini akan mencapai iluminasi penuh pada pukul 18.14 waktu Timur (EST) atau 17.14 waktu Tengah (CST). Namun, para ahli menyarankan waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah sesaat setelah bulan terbit, ketika ia masih berada rendah di cakrawala timur. Pada saat itu, ilusi optik akan membuat bulan terlihat jauh lebih besar dan dramatis. Pemandangan bulan purnama ini dapat dinikmati secara optimal pada malam hari Rabu, Kamis, dan Jumat (3-5 Desember).

Penamaan ‘Cold Moon’ berasal dari tradisi suku-suku asli Amerika, seperti suku Mohawk, yang menghubungkannya dengan suhu dingin yang mulai mencengkeram dan malam yang panjang di musim dingin. Selain itu, bulan ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti ‘Long Night Moon’ atau ‘Winter Maker Moon’, mencerminkan kondisi cuaca yang membekukan pada akhir tahun. Sebutan ‘Supermoon’ sendiri mengacu pada kondisi ketika bulan purnama bertepatan dengan perigee, yaitu titik terdekat bulan dalam orbitnya dengan Bumi. Kedekatan ini menjadikannya terlihat hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada bulan purnama terjauh dalam setahun, menurut data dari NASA.

Supermoon Dingin ini merupakan supermoon ketiga dan terakhir yang terjadi secara berurutan pada tahun 2025, menyusul kejadian serupa di bulan Oktober dan November. Momen ini menjadi penutup rangkaian fenomena supermoon yang memukau sepanjang tahun. Profesor Astronomi Chris Palma dari Penn State University menganjurkan masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini. \

Share This Article