Davide Ancelotti Berpisah dengan Botafogo Setelah Lima Bulan

4 Min Read

Rio de Janeiro, Brasil – Petualangan Davide Ancelotti sebagai pelatih kepala Botafogo berakhir prematur setelah lima bulan menjabat. Klub asal Brasil tersebut secara resmi mengumumkan pemisahan mereka dengan pelatih asal Italia itu pada Rabu, 18 Desember 2025, menyusul serangkaian hasil yang kurang memuaskan dan ketidaksepakatan internal mengenai staf pelatih.

Ancelotti, putra dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti, mengambil alih kemudi Botafogo pada Juli 2025, menandai pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala. Namun, masa jabatannya di klub yang berbasis di Rio de Janeiro itu berakhir lebih cepat dari perkiraan, dengan kontraknya yang seharusnya berlangsung hingga akhir Desember 2026.

Keputusan ini datang setelah Botafogo menutup musim Campeonato Brasileiro di posisi keenam klasemen, tertinggal 16 poin dari juara Flamengo. Performa tim juga mengecewakan di ajang Copa Libertadores, di mana mereka tersingkir di babak 16 besar oleh LDU Quito dari Ekuador. Kegagalan mempertahankan gelar Copa Libertadores dan Liga Brasil yang diraih di musim sebelumnya menjadi beban berat bagi Ancelotti.

Namun, hasil di lapangan bukanlah satu-satunya faktor pemicu perpisahan ini. Sumber-sumber terpercaya dari Brasil, termasuk laporan dari *SportMediaset* dan *O Globo*, mengindikasikan bahwa alasan utama di balik keputusan tersebut adalah perselisihan antara Ancelotti dan dewan direksi klub mengenai posisi pelatih fisik Luca Guerra. Dewan direksi Botafogo dilaporkan ingin memberhentikan Guerra, yang dianggap bertanggung jawab atas terlalu banyak masalah cedera otot akibat beban kerja. Ancelotti, bagaimanapun, menolak permintaan ini demi mempertahankan staf kepercayaannya.

“Klub mengucapkan terima kasih kepada Ancelotti atas profesionalisme dan komitmen yang ditunjukkan selama periodenya memimpin tim dan sebagai anggota keluarga Botafogo. Botafogo mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” demikian pernyataan resmi dari klub Botafogo, seperti dikutip *Gianluca Di Marzio*.

Davide Ancelotti sendiri juga menyampaikan pesannya melalui akun Instagram pribadinya. “Hari ini saya menutup bab penting dalam kehidupan profesional saya. Tidak mudah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada tempat di mana seseorang telah hidup dengan intensitas, tekanan, dan emosi…” tulis Ancelotti, seperti dilansir *Tutto Juve*. Pesan ini mencerminkan beratnya keputusan yang harus diambil dan ikatan emosional yang telah terbentuk selama lima bulan terakhir.

Selama masa kepelatihannya, Ancelotti mencatat 14 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 7 kekalahan dari total 33 pertandingan. Meskipun catatan ini menunjukkan potensi, harapan yang tinggi untuk mempertahankan gelar juara tidak terpenuhi, yang pada akhirnya memicu ketegangan dengan manajemen klub.

Sebelum melatih Botafogo, Davide Ancelotti dikenal sebagai asisten pelatih ayahnya, Carlo Ancelotti, di beberapa klub top Eropa seperti Bayern Munich, Napoli, Everton, dan Real Madrid. Pengalaman ini membentuknya menjadi seorang pelatih yang menjanjikan, namun tantangan sebagai pelatih kepala di liga yang kompetitif seperti Brasil terbukti lebih sulit.

Dengan kepergiannya dari Botafogo, Davide Ancelotti diperkirakan akan segera kembali bergabung dengan staf kepelatihan tim nasional Brasil sebagai asisten ayahnya, Carlo Ancelotti, yang saat ini menjabat sebagai pelatih *Seleção*. Transisi ini membuka babak baru dalam kariernya, dengan fokus pada persiapan Piala Dunia 2026. Botafogo sendiri belum mengumumkan pengganti Ancelotti, namun diharapkan akan ada pengumuman dalam waktu dekat.

Keputusan mendadak ini menjadi sorotan di dunia sepak bola, terutama mengingat nama besar Ancelotti yang melekat padanya. Ini juga menyoroti kompleksitas dan tekanan yang dihadapi oleh seorang pelatih kepala, di mana hasil dan visi manajemen harus selaras untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Perpisahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Ancelotti dalam perjalanan karier kepelatihannya yang masih panjang.

Share This Article