Menyambut pergantian tahun Masehi 2025 menuju 2026, jutaan umat Muslim di seluruh dunia bersiap mengamalkan doa akhir tahun dan awal tahun. Ritual spiritual ini menjadi momen penting untuk muhasabah diri, memohon ampunan atas kesalahan masa lalu, serta menitipkan harapan dan keberkahan untuk masa depan. Amalan ini diyakini sebagai kunci untuk memulai lembaran baru dengan penuh optimisme dan bimbingan ilahi.
Doa akhir tahun berfokus pada permohonan ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kelalaian yang dilakukan sepanjang tahun yang akan berlalu. Sebaliknya, doa awal tahun merupakan permohonan perlindungan dari godaan setan, pertolongan untuk mengendalikan hawa nafsu, serta harapan agar diberikan kekuatan menjalani amal kebaikan di tahun yang akan datang.
Waktu pelaksanaan kedua doa ini memiliki ketentuannya sendiri. Doa akhir tahun dianjurkan dibaca sebelum waktu Magrib pada tanggal 31 Desember 2025, sebagai penutup hari dan tahun. Sementara itu, doa awal tahun sebaiknya dilafalkan setelah memasuki waktu Magrib pada tanggal yang sama, atau saat dimulainya tanggal 1 Januari 2026, menandai dimulainya lembaran baru. Kedua doa ini umumnya dibaca sebanyak tiga kali dengan penuh penghayatan, baik secara individu maupun berjamaah di masjid atau musholla.
“Menjelang pergantian tahun, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan refleksi diri melalui istighfar dan doa sebagai bentuk muhasabah atas perjalanan amal yang telah dilalui,” ungkap Ustadz Dr. Ahmad Hidayat, seorang pakar spiritual, seperti dilansir dari Cahaya Kompas. Beliau menekankan bahwa momen ini adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan atas segala kekurangan.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Siti Aminah, akademisi studi Islam, menjelaskan, “Membaca doa pada momen pergantian tahun bukan sekadar tradisi, melainkan sarana penting untuk menenangkan hati dan memperkuat harapan akan masa depan yang lebih baik. Ini adalah pengingat agar setiap langkah di tahun yang baru dijalani dengan lebih bijak, penuh syukur, dan selalu berserah kepada Allah SWT,” seperti dilaporkan oleh Jatim Times.
Secara spesifik, doa akhir tahun memohon agar Allah SWT menerima amal kebaikan yang telah dikerjakan dan mengampuni segala kesalahan, baik yang disadari maupun tidak. Lafaz doanya mencerminkan penyesalan atas perbuatan terlarang yang belum ditaubati, serta harapan agar Allah, dengan kemahakuasaan-Nya untuk menghukum, tetap memberikan rahmat dan kesempatan untuk bertaubat. Doa ini juga menjadi manifestasi dari kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta, mengakui segala keterbatasan dan memohon pengampunan atas segala kelalaian selama dua belas bulan terakhir.
Sementara itu, doa awal tahun berisi permohonan kepada Allah Yang Maha Abadi, Qadim, dan Awal, agar diberikan perlindungan dari godaan setan dan para pengikutnya. Umat Muslim juga memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang kerap mendorong pada keburukan, serta mengharap bimbingan agar seluruh aktivitas di tahun yang baru selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Doa ini adalah deklarasi niat untuk memulai tahun dengan pondasi spiritual yang kuat, menjauhi maksiat, dan fokus pada peningkatan kualitas ibadah serta interaksi sosial.
Selain doa, beberapa amalan lain juga dianjurkan untuk menyambut tahun baru dengan keberkahan. Muhasabah atau introspeksi diri merupakan langkah awal untuk mengevaluasi pencapaian dan kesalahan di tahun sebelumnya, serta merancang perbaikan diri di masa mendatang. Kemudian, menetapkan target spiritual yang lebih baik, seperti rutin bersedekah melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dapat menjadi resolusi yang bermakna dan berdampak positif bagi sesama. Silaturahmi, terutama dengan orang tua dan kerabat, untuk memohon doa restu dan mempererat tali persaudaraan juga menjadi amalan penting yang sangat dianjurkan.
Dengan mengamalkan doa akhir dan awal tahun 2026 ini, diharapkan umat Muslim dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, kesehatan, kelancaran rezeki, serta kedamaian di setiap langkahnya. Pergantian tahun bukan hanya sekadar perubahan angka kalender, melainkan momentum spiritual untuk memperbaharui niat dan komitmen dalam beribadah serta berbuat kebaikan, menjadikan setiap detik tahun yang baru penuh makna dan ridha ilahi.
