Pasar keuangan domestik Indonesia menunjukkan kinerja impresif pada Selasa, 3 Februari 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah kompak menguat. Kondisi ini mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia yang diproyeksikan akan tumbuh pesat, didukung oleh fundamental yang kuat dan berbagai ‘amunisi’ pendorong.
IHSG berhasil rebound tajam setelah sempat tertekan di awal perdagangan, mengakhiri sesi di zona hijau. Senada dengan bursa saham, nilai tukar Rupiah juga bergerak positif, memperkuat posisinya terhadap dolar Amerika Serikat. Penguatan serentak ini menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku pasar, mengindikasikan kepercayaan terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis mengenai laju perekonomian Indonesia. Ia menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen untuk tahun 2026. Angka ini didasari oleh perkiraan realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada tahun 2025, dengan akselerasi yang kuat terutama pada kuartal IV tahun tersebut.
Stabilitas makroekonomi menjadi fondasi utama proyeksi positif ini. Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen, memberikan ruang gerak yang cukup bagi kebijakan moneter untuk terus mendukung pertumbuhan. Kondisi inflasi yang terkendali juga menjadi indikator ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.
Penguatan IHSG pada perdagangan 3 Februari 2026 tidak lepas dari masuknya aliran dana asing ke pasar modal domestik. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, seperti dilansir Media Indonesia. Menurutnya, respons positif investor asing menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan reformasi yang dilakukan pemerintah.
Sebelumnya, IHSG sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High) di level 9.174,47 pada Januari 2026. Analis pasar memproyeksikan IHSG berpotensi menembus level 9.300 pada akhir tahun 2026, didukung oleh peningkatan partisipasi investor domestik yang mencapai 74 persen dan keberlanjutan aliran modal asing.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah juga menunjukkan tanda-tanda penguatan yang berkelanjutan. Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar yang terukur untuk menghadapi ketidakpastian global. Upaya ini penting untuk meredam volatilitas dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa Rupiah diperkirakan akan
