Jakarta Dilanda Hujan Deras Angin dan Petir Warga Diimbau Waspada

4 Min Read

Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir pada Rabu sore, 29 Oktober 2025, dan berlanjut hingga Kamis sore, 30 Oktober 2025. Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan berbagai dampak di ibu kota, mulai dari kemacetan parah hingga genangan air di sejumlah ruas jalan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Hujan dengan intensitas tinggi dilaporkan mulai turun sekitar pukul 15.30 WIB pada Rabu (29/10/2025). Guyuran air langsung terasa deras, disertai hembusan angin kencang yang membuat pepohonan bergoyang. Kilatan cahaya petir juga beberapa kali membelah langit Jakarta, diiringi suara gemuruh halilintar yang cukup keras. Hingga pukul 15.54 WIB pada hari itu, intensitas hujan masih tinggi, mengakibatkan jarak pandang berkurang drastis dan mengganggu aktivitas warga.

Kondisi serupa kembali melanda Jakarta pada Kamis (30/10/2025) sore. Sekitar pukul 15.01 WIB, hujan sudah mengguyur wilayah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, disusul daerah-daerah lain. Hujan kali ini juga disertai angin kencang dan sambaran petir yang sesekali terlihat. Dampak dari cuaca ekstrem ini mulai terasa. Di kawasan Casablanca, Jakarta, kemacetan parah terjadi akibat genangan air dan volume kendaraan yang meningkat saat hujan. Bahkan, sebuah insiden pohon tumbang menimpa mobil di Darmawangsa, Jakarta Selatan, menambah daftar kekhawatiran warga.

BMKG secara konsisten memprakirakan bahwa cuaca ekstrem ini akan terus berlanjut. Prakirawan BMKG, Habib Nur Rahman, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. “Kondisi ini juga bisa disertai petir dan angin kencang,” ujar Habib Nur Rahman, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seperti dilansir RRI Pro1 Jakarta. Peringatan dini telah dikeluarkan untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Jabodetabek, terutama di Jakarta Timur dan Selatan.

Tak hanya di Jakarta, wilayah penyangga ibu kota seperti Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan juga berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG telah menetapkan status siaga untuk wilayah-wilayah tersebut. “Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” demikian imbauan BMKG yang dikutip Detik.com, menekankan pentingnya persiapan dan respons cepat dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Akibat hujan deras yang mengguyur pada Kamis sore, sejumlah ruas jalan di Jakarta Selatan terendam banjir. Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian antara 60 hingga 100 sentimeter di beberapa titik. Kondisi ini memaksa operator Transjakarta untuk melakukan pengalihan rute di beberapa koridor guna menghindari titik-titik banjir dan memastikan kelancaran transportasi publik sejauh mungkin. Pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan jika tidak mendesak.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. BMKG juga menyarankan agar warga menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan disertai petir dan angin kencang, guna meminimalisir risiko yang tidak diinginkan. Selain itu, menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah menjadi krusial untuk mencegah terjadinya genangan dan banjir yang lebih parah.

Intensitas hujan yang tinggi pada sore hari diperkirakan masih akan berlanjut hingga malam hari di berbagai wilayah Jakarta. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat. Pihak berwenang dan tim penyelamat juga telah disiagakan untuk merespons cepat setiap potensi kejadian yang tidak diinginkan akibat cuaca ekstrem ini. Masyarakat dapat melaporkan kejadian darurat kepada pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Share This Article