Jay Idzes Menuju San Siro Bak Kisah Dongeng Bek Timnas Indonesia

3 Min Read

Kabar burung mengenai potensi kepindahan Jay Idzes menuju dua raksasa kota Milan, AC Milan atau Inter Milan, telah memicu gelombang euforia di kalangan penggemar sepak bola, khususnya di Indonesia. Dengan estimasi gaji yang bisa mencapai puluhan miliar rupiah, perjalanan karier bek jangkung bertinggi 191 cm ini memang bak kisah dongeng, mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan evolusi taktis yang konsisten di kancah sepak bola Eropa. Dari akademi di Eindhoven hingga kini menapak pintu San Siro, Jay Idzes telah membuktikan bahwa pemain berpaspor Indonesia mampu bersaing di level elite.

Perjalanan Idzes dimulai di Belanda, negara tempat ia ditempa dalam sistem akademi sepak bola yang ketat. Setelah menimba ilmu di PSV Eindhoven, ia kemudian bergabung dengan Go Ahead Eagles, klub yang menjadi panggung utama baginya untuk unjuk gigi di Eredivisie. Selama periode 2020 hingga 2023, Idzes menjelma menjadi pilar penting di jantung pertahanan tim asal Deventer tersebut. Kontribusinya sangat signifikan dalam menjaga klub tetap kompetitif di kasta tertinggi Liga Belanda, bahkan menarik perhatian banyak pemandu bakat Eropa. Pada fase awal ini, Idzes berhasil membangun fondasi krusial sebagai seorang bek modern dengan kemampuan membaca permainan dan fisik yang prima.

Lompatan besar dalam karier Jay Idzes terjadi ketika ia memutuskan untuk hijrah ke Italia. Ia bergabung dengan Venezia, klub yang berkompetisi di Serie B. Di sini, Idzes tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dan kembali menunjukkan performa impresifnya. Penampilan apiknya bersama Venezia membawanya naik kelas ke Serie A pada musim panas 2025, ketika ia direkrut oleh Sassuolo. Di klub kasta tertinggi Italia ini, Idzes dengan cepat mengunci posisi di lini belakang utama, membuktikan kualitasnya di salah satu liga paling kompetitif di dunia.

Performa solid Idzes di Sassuolo inilah yang kemudian menarik perhatian serius dari klub-klub papan atas Serie A. Pada akhir Desember 2025, namanya santer dikaitkan dengan AC Milan dan Inter Milan. Rumor kepindahan ini bukan isapan jempol belaka; nilai pasar Jay Idzes per Desember 2025 telah melonjak hingga Rp 173 miliar menurut Transfermarkt, menjadikannya salah satu bek tengah Asia termahal. Jika transfer ke salah satu klub Milan terealisasi pada Januari 2026, Capology memprediksi Idzes akan menerima gaji di kisaran 1,8 juta euro hingga 2,5 juta euro per musim, atau setara Rp 30,6 miliar hingga Rp 42,5 miliar. Kontrak yang disiapkan diperkirakan berdurasi 4 hingga 5 tahun, mengamankan masa depan jangka panjang sang pemain hingga 2029 atau 2030.

Apa yang membuat Jay Idzes begitu diminati? Selain postur tubuh yang ideal sebagai bek tengah, Idzes dikenal memiliki kemampuan adaptasi taktis yang tinggi, ketenangan dalam menguasai bola, dan visi bermain yang baik. Ia adalah tipe bek modern yang tidak hanya piawai dalam bertahan, tetapi juga mampu memulai serangan dari lini belakang. Kemampuan kepemimpinannya juga kerap disorot. Rekan setimnya di Sassuolo bahkan menyebut bahwa Idzes memiliki \

Share This Article