Jeddah, Arab Saudi – Tim Nasional Jepang U23 menunjukkan performa gemilang saat melakoni laga perdana di ajang Piala Asia U23 2026, dengan melumat Suriah U23 lima gol tanpa balas. Pertandingan yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, menjadi saksi bisu kekuatan superior Samurai Biru Muda yang langsung menduduki puncak klasemen sementara Grup B.
Sejak menit-menit awal, pasukan Jepang U23 langsung mengambil inisiatif serangan dan menguasai jalannya pertandingan. Bola lebih banyak berkutat di kaki para pemain Jepang, yang dengan sabar membangun serangan dari lini ke lini. Suriah U23, di sisi lain, tampak kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak bertahan di area sendiri, mencoba meredam gelombang serangan lawan.
Keunggulan Jepang akhirnya pecah pada menit ke-10. Yuto Ozeki menjadi pencetak gol pertama setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Suriah. Gol cepat ini seolah menjadi sinyal awal dominasi Jepang. Setelah gol tersebut, Jepang semakin leluasa dalam mengalirkan bola dan menciptakan peluang, meskipun belum ada gol tambahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Jepang U23 tetap tampil menyerang dengan tempo tinggi. Pelatih Jepang U23 tampak memberikan instruksi untuk terus menekan dan mencari celah. Strategi ini terbukti efektif, saat Ryunosuke Sato berhasil menggandakan kedudukan menjadi 2-0 pada menit ke-66. Gol ini tercipta berkat kerja sama apik antar lini dan penyelesaian akhir yang dingin dari Sato.
Suriah U23 mencoba merespons dengan melakukan beberapa pergantian pemain, berharap dapat mengubah alur permainan dan memperkecil ketertinggalan. Namun, upaya mereka justru kembali dibalas dengan gol ketiga Jepang. Ryunosuke Sato kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75, menjadikan skor 3-0 dan mencetak brace di laga ini. Gol kedua Sato ini semakin memperlebar jurang perbedaan kualitas kedua tim di lapangan.
Jepang U23 tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengendurkan tekanan, meskipun sudah unggul tiga gol. Mereka terus bermain menyerang hingga peluit akhir. Hasilnya, di menit ke-87, Sena Ishibashi berhasil menyumbang gol keempat bagi Jepang. Gol ini semakin menegaskan betapa superiornya penampilan Jepang di laga perdana mereka.
Pesta gol Jepang ditutup manis di masa injury time. Pada menit ke-90+3, Yutaka Michiwaki sukses mengeksekusi tendangan penalti setelah sebelumnya terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang. Gol ini sekaligus mengakhiri pertandingan dengan skor telak 5-0 untuk kemenangan Jepang U23. Kemenangan dengan margin lima gol ini bukan hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga meningkatkan selisih gol yang krusial untuk persaingan di grup.
Performa impresif Jepang ini mengukuhkan status mereka sebagai salah satu kontender kuat juara Piala Asia U23. Dominasi total dalam penguasaan bola, efektivitas serangan, dan pertahanan yang kokoh menunjukkan persiapan yang matang dari tim pelatih dan para pemain. Setiap individu di skuad Jepang tampak memahami peran masing-masing dan mampu menjalankannya dengan sempurna di lapangan.
Bagi Suriah U23, kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat. Mereka harus segera mengevaluasi strategi dan mental bertanding. Dinding pertahanan yang mudah ditembus serta minimnya kreativitas di lini serang menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk segera diperbaiki. Turnamen ini masih panjang, dan Suriah harus menemukan cara untuk bangkit di pertandingan-pertandingan berikutnya agar tidak tersingkir lebih awal.
Kemenangan telak ini menjadi sinyal peringatan bagi tim-tim lain di Piala Asia U23 2026 bahwa Jepang U23 datang dengan ambisi besar untuk mempertahankan gelar. Konsistensi performa seperti ini akan menjadi kunci bagi Jepang untuk melangkah jauh di turnamen ini dan mencapai target mereka. Para penggemar sepak bola Asia tentu akan menantikan aksi-aksi selanjutnya dari Samurai Biru Muda.
