Terobosan Diplomatik: Kazakhstan Bergabung Abraham Accords dengan Israel

1 Min Read

WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Kazakhstan akan segera bergabung dalam Perjanjian Abraham, sebuah kesepakatan bersejarah yang bertujuan menormalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara mayoritas Muslim. Pengumuman ini menandai perluasan signifikan dari upaya diplomatik yang dipimpin AS di Timur Tengah dan Asia Tengah.

Langkah besar ini dikonfirmasi oleh Pemerintah Kazakhstan pada Kamis, 7 November 2025, menyusul percakapan telepon antara Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Perjanjian Abraham, yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2020, sebelumnya telah sukses menyatukan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko untuk menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Israel.

Dalam pernyataan resminya di Washington D.C., Presiden Trump menyatakan optimisme mengenai perkembangan ini. \

Share This Article