Roma Bertekad Kembalikan Angker Olimpico Hadapi Parma

5 Min Read

Roma – AS Roma akan menjamu Parma di Stadio Olimpico dalam lanjutan Liga Italia Serie A pekan kesembilan musim 2025/2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 00.30 WIB. Laga ini tidak hanya vital untuk memperebutkan poin di papan klasemen, tetapi juga menjadi momentum bagi Giallorossi untuk mengakhiri tren negatif di kandang dan membuktikan kembali “magis” Olimpico yang belakangan terasa pudar. AS Roma saat ini menduduki posisi kedua klasemen sementara Serie A, menorehkan poin yang sama dengan juara bertahan, menunjukkan konsistensi luar biasa mereka di kompetisi.

Kontrasnya, performa Roma saat bermain di kandang sangat berbeda dengan ketika mereka berlaga di markas lawan. Giallorossi mencatatkan tiga kekalahan beruntun di Olimpico, termasuk dua di ajang Liga Europa, tanpa mampu mencetak lebih dari satu gol dalam kekalahan-kekalahan tersebut. Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Gian Piero Gasperini. Sebaliknya, di laga tandang, Roma tampil superior dengan catatan empat kemenangan beruntun, menegaskan kekuatan mental dan strategi tim saat berada di luar Roma.

“AS Roma memasuki pertandingan ini dengan catatan yang kontras antara performa kandang dan tandang. Meskipun berada di posisi kedua klasemen Serie A dan sejajar poin dengan juara bertahan, Giallorossi justru kesulitan di Olimpico,” ungkap *Bola.com* dalam laporannya. Media tersebut juga menyoroti bahwa Roma mencatatkan tiga kekalahan beruntun di kandang, termasuk dua di Liga Europa, tanpa mampu mencetak lebih dari satu gol, sementara di laga tandang, mereka tampil superior dengan empat kemenangan beruntun, menunjukkan mental juara yang kuat.

Sementara itu, Parma datang ke ibu kota dengan kondisi yang kurang menguntungkan. Tim asuhan Carlos Cuesta saat ini terseok-seok di posisi ke-15 klasemen, hanya mengoleksi tujuh poin dari delapan pertandingan. Lebih mengkhawatirkan lagi, Parma belum sekalipun meraih kemenangan tandang musim ini. Lini serang mereka menjadi salah satu yang paling tumpul di liga, bahkan mencetak gol lebih sedikit dari Cremonese yang berada di posisi ke-11. Mereka juga gagal mencetak gol di seluruh laga tandang yang telah dijalani, mengindikasikan betapa beratnya perjuangan lini serang mereka saat jauh dari markas sendiri.

Pelatih Gian Piero Gasperini, di sisi Roma, menghadapi tekanan untuk segera menemukan solusi atas performa kandang timnya. “Gian Piero Gasperini mungkin masih dibayangi frustrasi. Timnya tampil luar biasa di laga tandang, tetapi kehilangan ketajaman dan keyakinan ketika tampil di hadapan publik sendiri. Tiga kekalahan kandang beruntun – termasuk dua di Liga Europa – membuat sang pelatih menuntut respons cepat dari para pemainnya,” demikian laporan dari *Liputan6.com*. Harapan besar kini diemban para pemain Roma untuk menunjukkan reaksi positif di hadapan tifosi mereka.

Secara historis, AS Roma memiliki rekor yang sangat dominan atas Parma, terutama saat bermain di Stadio Olimpico. Dari 29 pertemuan kedua tim di kandang Roma, Giallorossi berhasil mengamankan 22 kemenangan, sementara Parma hanya mampu meraih satu kemenangan tandang. Pertemuan terakhir mereka di Olimpico pada 22 Desember 2024, menjadi bukti nyata dominasi Roma dengan kemenangan telak 5-0. Statistik ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi Roma untuk mengulang kejayaan dan mengembalikan keangkeran Olimpico.

Kekuatan utama AS Roma musim ini terletak pada lini pertahanan mereka yang kokoh. Mereka berhasil mencatatkan lima nirbobol dari delapan pertandingan Serie A dan hanya kebobolan total tiga gol, menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terbaik di liga. Soliditas ini akan menjadi kunci untuk menahan serangan Parma yang memang minim kreativitas. Di lini serang, Paulo Dybala yang sedang dalam performa puncak, diperkirakan akan menjadi starter dan diandalkan untuk membongkar pertahanan lawan. Beberapa analisis bahkan memprediksi Gasperini akan menggunakan Dybala sebagai ‘false nine’ untuk memaksimalkan daya gedor tim.

Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit Valerio Crezzini. Crezzini masih terbilang minim pengalaman di Serie A, baru memimpin empat laga dalam kariernya. Ia juga memiliki reputasi sebagai wasit yang ‘mudah’ mengeluarkan kartu, dengan total 13 kartu kuning dalam empat pertandingan tersebut. Faktor wasit ini bisa menjadi aspek penting yang harus diperhatikan kedua tim untuk menjaga disiplin dan tidak terpancing emosi sepanjang pertandingan.

Dengan mempertimbangkan produktivitas gol kedua tim yang cenderung rendah, pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat dan mungkin tidak akan menghasilkan banyak gol. Namun, kualitas skuad AS Roma yang jauh lebih superior serta dukungan penuh dari para pendukung di Olimpico, menjadikan mereka unggulan. Prediksi skor umum mengarah pada kemenangan Roma, kemungkinan dengan skor tipis seperti 2-0 atau 1-0. Kemenangan ini tidak hanya akan mengembalikan kepercayaan diri Roma di kandang, tetapi juga sangat penting untuk menjaga momentum dalam perburuan gelar juara Serie A musim ini.

Share This Article