ap – Pemerintah Kota Makassar kini mengambil langkah sigap.
Mereka akan segera memulai perbaikan gedung DPRD.
Gedung tersebut rusak parah akibat kebakaran yang tragis.
Anggaran fantastis telah diajukan untuk pemulihan ini.
Ini adalah upaya besar untuk mengembalikan salah satu simbol kota.
Estimasi biaya perbaikan mencapai Rp 375 miliar.
Dana sejumlah itu diajukan kepada pemerintah pusat.
Tujuannya adalah membangun kembali fasilitas legislatif yang vital.
Kerugian akibat insiden ini memang sangat besar.
Makassar menunjukkan tekadnya untuk bangkit dari keterpurukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Zuhaelsi Zubir, membenarkan angka tersebut.
Beliau menyampaikan pernyataan penting itu belum lama ini.
“Estimasi Rp 375 miliar,” kata Zuhaelsi Zubir.
Keterangan tersebut dilansir oleh detikSulsel pada Sabtu (13/9/2025).
Tanggal tersebut menandai dimulainya babak baru perencanaan.
Zuhaelsi menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan banyak dokumen teknis.
Kelengkapan ini sangat krusial sebagai pendukung usulan.
Dokumen itu meliputi as built drawing, yang menggambarkan kondisi asli bangunan.
Ada juga spesifikasi teknis mendetail tentang material dan pengerjaan.
Dan tentu saja, Detail Engineering Design (DED) bangunan eksisting.
Semua berkas penting itu telah diserahkan.
Dokumen-dokumen ini kini berada di Kementerian PU.
Ini menandakan keseriusan Pemkot Makassar dalam proses rekonstruksi.
“Dokumen sudah diterima di kementerian,” ujar Zuhaelsi.
Sebuah langkah maju dalam rantai birokrasi yang kompleks.
Meski demikian, proses ini masih menyimpan satu tahapan krusial.
Pemkot Makassar masih menanti keputusan dari tim survei pusat.
Tim ahli ini akan datang untuk menilai kondisi struktur gedung DPRD.
Penilaian mereka akan menjadi penentu nasib bangunan tersebut.
Apakah struktur yang ada masih bisa dipertahankan, atau harus dirobohkan total?
“Kami menunggu tim pusat survei kondisi struktur bangunan,” imbuh Zuhaelsi.
Tim itu yang akan menilai bagian mana yang layak dipertahankan.
Dan bagian mana yang memang tidak bisa diselamatkan, atau perlu dirobohkan.
Keputusan ini akan sangat mempengaruhi lingkup dan biaya perbaikan.
Keamanan dan ketahanan gedung menjadi prioritas utama.
Insiden mengerikan ini terjadi pada Jumat (29/8).
Saat itu, aksi demonstrasi berujung pada kericuhan besar di DPRD Makassar.
Situasi yang semula damai berubah menjadi chaos tak terkendali.
Bentrok massa dan aparat tak terhindarkan, memicu kekacauan.
Dan akhirnya, api mulai berkobar, melahap gedung perwakilan rakyat.
Api melalap sebagian besar bangunan DPRD Makassar.
Pemandangan yang tragis bagi seluruh warga kota.
Asap hitam tebal membumbung tinggi, menyelimuti langit Makassar.
Petugas pemadam kebakaran berjuang keras memadamkan kobaran api.
Namun, kerusakan yang ditimbulkan sudah teramat parah.
Yang lebih menyedihkan, kericuhan itu memakan korban jiwa.
Tiga orang meninggal dunia dalam insiden tragis tersebut.
Sebuah catatan kelam dalam sejarah kota yang berjuluk Anging Mammiri.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Dan juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kedamaian.
Gedung DPRD adalah jantung legislatif Makassar.
Tempat para wakil rakyat merumuskan kebijakan penting.
Fungsi vital ini terhenti total pasca kebakaran hebat itu.
Para anggota dewan harus mencari lokasi sementara untuk bekerja.
Pelayanan publik dan proses pembuatan kebijakan pun terganggu.
Angka Rp 375 miliar menggambarkan skala kerusakan yang masif.
Ini bukan sekadar perbaikan kecil, melainkan rekonstruksi besar-besaran.
Dana ini akan memastikan pemulihan yang menyeluruh dan berkualitas.
Bukan hanya mengembalikan, tetapi mungkin memperbarui gedung itu.
Menjadikannya lebih modern, aman, dan fungsional di masa depan.
Kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci sukses proyek ini.
Dukungan dari Jakarta sangat vital untuk mempercepat proses pemulihan.
Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.
Sebuah bentuk komitmen bersama untuk membangun kembali Makassar.
Dan memastikan fasilitas publik kembali berfungsi optimal.
Tim Dinas PU Makassar bekerja tanpa henti.
Mereka menyiapkan setiap detail administrasi dan teknis.
Dari as built drawing hingga DED, semua harus presisi.
Persiapan matang ini adalah fondasi untuk perbaikan yang sukses.
Memastikan tidak ada kendala berarti di kemudian hari.
As built drawing memberikan gambaran otentik dari bangunan semula.
Dokumen ini sangat penting sebagai referensi utama.
Spesifikasi teknis menetapkan standar kualitas material dan pengerjaan.
Setiap bahan yang digunakan harus memenuhi standar keamanan tinggi.
DED eksisting menjadi peta jalan detail untuk para insinyur.
Keputusan tim survei pusat akan menentukan arah proyek ini.
Jika struktur dapat dipertahankan, biaya mungkin lebih terkontrol.
Namun, jika harus dirobohkan, proses akan memakan waktu lebih lama.
Serta kemungkinan besar akan membutuhkan anggaran yang lebih besar.
Opsi itu memang berat, namun keselamatan tetap yang utama.
Tidak ada kompromi untuk standar keamanan.
Gedung yang baru nanti harus aman bagi semua penggunanya.
Baik bagi anggota dewan, staf, maupun masyarakat yang berkunjung.
Ini adalah investasi jangka panjang untuk infrastruktur kota.
Dan juga untuk stabilitas sistem pemerintahan yang ada.
Masyarakat Makassar kini menantikan kabar baik.
Gedung DPRD adalah simbol kedaulatan rakyat dan aspirasi warga.
Kehadirannya kembali akan menjadi penanda kebangkitan.
Sebuah bukti bahwa kota ini mampu bangkit dari badai.
Dan meneruskan semangat pembangunan untuk masa depan.
Proyek ini juga menjadi ajang pengawasan ketat.
Transparansi penggunaan dana sebesar itu sangat dibutuhkan.
Publik berhak mengetahui setiap detail pengeluaran.
Pengawasan ketat akan memastikan akuntabilitas proyek ini.
Menjaga kepercayaan masyarakat adalah hal yang tak kalah pentingnya.
Ini bukan hanya tentang membangun fisik gedung saja.
Ini juga tentang membangun kembali semangat dan kepercayaan.
Memulihkan kembali citra DPRD sebagai institusi terhormat.
Pasca insiden yang memilukan dan menyisakan luka mendalam.
Makassar bertekad untuk menunjukkan semangat resiliensinya.
Harapan besar digantungkan pada proyek perbaikan ini.
Gedung DPRD harus kembali berdiri kokoh dan megah.
Menjadi rumah yang nyaman bagi para wakil rakyat.
Dan menjadi wadah yang aman bagi aspirasi seluruh warga.
Sebuah lambang kekuatan dan persatuan kota Makassar.
Zuhaelsi dan timnya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Dengan Kementerian PU, Bappenas, dan instansi terkait lainnya.
Kerja sama lintas sektor adalah kunci untuk kelancaran proyek raksasa ini.
Setiap potensi penyesuaian anggaran akan ditinjau ulang secara berkala.
Proyek ini bersifat dinamis, menyesuaikan dengan kondisi lapangan.
Perencanaan yang matang menjadi pondasi utama keberhasilan.
Setiap detail, sekecil apa pun, harus diperhatikan seksama.
Hal ini untuk menghindari kesalahan fatal di kemudian hari.
Pengalaman tragis tiga korban jiwa menjadi pengingat pahit.
Betapa pentingnya keamanan dan ketertiban dalam setiap aktivitas.
Semoga peristiwa serupa tidak akan terulang kembali.
Makassar berhak atas kedamaian dan ketenteraman.
Gedung yang baru diharapkan lebih modern, ramah lingkungan.
Juga lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas.
Babak baru telah dimulai bagi kota metropolitan ini.
Makassar bersiap untuk pemulihan dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan tekad yang membaja.
Dari puing-puing, akan lahir kembali sebuah simbol kebanggaan.
Menyemarakkan kembali roda pemerintahan dan demokrasi kota.
Dan mengukir kisah kebangkitan yang inspiratif untuk semua.
