New York City FC (NYCFC) bersiap melangkah ke babak playoff MLS Cup dengan kepercayaan diri tinggi, meskipun baru saja menelan dua kekalahan beruntun di akhir musim reguler. Pelatih kepala Pascal Jansen menegaskan bahwa timnya memiliki ketahanan dan kesiapan mental yang luar biasa untuk menghadapi tantangan pascamusim.
Dalam sebuah pernyataan yang menunjukkan keyakinan penuh, Jansen menggambarkan skuadnya sebagai ‘anti peluru’ menjelang pertandingan putaran pertama playoff melawan Charlotte FC. Pertandingan krusial ini akan menandai penampilan kesembilan NYCFC dalam 11 musim MLS, sebuah bukti konsistensi mereka di liga.
“Ini lebih menjadi masalah mereka daripada masalah kami,” kata Jansen, seperti dilansir amNewYork, merujuk pada lawan mereka. “Kami hanya perlu mempersiapkan diri untuk skenario yang berbeda, karena orang lain akan bermain. Ini adalah sesuatu yang telah kami lakukan berkali-kali sepanjang musim.” Pernyataan ini menyoroti fokus tim pada persiapan internal dan kemampuan beradaptasi mereka.
NYCFC akan memulai perjalanan playoff mereka di Bank of America Stadium, kandang Charlotte FC, pada pertandingan pertama dari format best-of-three. Pertandingan kedua akan dimainkan di kandang NYCFC, Yankee Stadium. Jika diperlukan, pertandingan ketiga akan kembali digelar di Charlotte.
Meski mengakhiri musim reguler dengan dua kekalahan berturut-turut—takluk 1-0 dari Philadelphia Union dan kebobolan gol di menit-menit akhir dari Seattle Sounders—Jansen tidak menunjukkan kekhawatiran yang berarti. Ia menekankan bahwa kemunduran kecil ini tidak mengurangi progres yang telah dicapai timnya sepanjang musim.
“Momennya sudah tiba, ini adalah apa yang telah kami kerjakan sepanjang musim,” ujar Jansen, seperti dikutip oleh Jackson Progress-Argus. “Kami menjadi jauh lebih konsisten sepanjang musim. Terlepas dari dua pertandingan terakhir musim reguler, saya cukup puas dengan kemajuan yang telah kami buat.”
Musim ini, NYCFC finis di posisi kelima klasemen Wilayah Timur dengan 56 poin (17 kemenangan, 12 seri, 5 kekalahan). Konsistensi ini, di luar beberapa hasil di akhir musim, telah menjadi fondasi optimisme Jansen. Tim ini berharap dapat membalikkan rekor tandang mereka yang kurang mengesankan melawan Charlotte, setelah kalah 2-0 di Bank of America Stadium pada bulan Juli.
Dua penyerang utama, Adrian Alonso Martinez Batista dan Hannes Wolf, akan menjadi kunci keberhasilan NYCFC di playoff. Mereka berdua telah menyumbangkan 28 dari total 56 gol tim di musim reguler, menunjukkan betapa vitalnya kontribusi mereka dalam setiap serangan. Jansen juga menyoroti pentingnya mencetak gol pertama dalam pertandingan playoff, sebuah faktor yang seringkali menentukan momentum.
Di lini pertahanan, penjaga gawang Matt Freese juga siap menghadapi tekanan playoff. Freese, yang juga seorang kiper tim nasional AS, telah menjadi pilar penting bagi NYCFC. “Saya pikir salah satu kekuatan saya adalah saya mampu melewati badai dan saya mampu tetap tenang di bawah tekanan,” kata Freese, seperti dilansir Goal.com US. “Saya bisa bertahan ketika banyak hal terjadi, jadi saya menikmati semua ini. Merupakan suatu kehormatan besar untuk memiliki tekanan ini dan kekacauan ini. Merupakan suatu kehormatan besar untuk bepergian bersama tim nasional, dan suatu kehormatan besar untuk menjadi bagian dari perjalanan playoff ini sekarang di New York.”
Peran Freese menjadi semakin sentral mengingat ambisi NYCFC untuk menjadi satu-satunya tim profesional New York yang meraih gelar juara musim ini, setelah New York Yankees, Mets, Brooklyn Nets, dan Knicks telah tersingkir dari kompetisi masing-masing, sementara New York Red Bulls gagal mencapai playoff.
Pelatih Jansen telah secara cermat menganalisis kekalahan sebelumnya dari Charlotte, mengidentifikasi kelemahan di sisi kanan pertahanan tim dan kurangnya kemampuan untuk memanfaatkan dominasi penguasaan bola. Dengan pembelajaran dari kesalahan tersebut, ia yakin NYCFC kini lebih siap untuk menavigasi setiap skenario yang mungkin terjadi di babak playoff yang ketat ini.
NYCFC akan mengandalkan kekuatan kolektif dan pengalaman pemainnya untuk mengatasi tantangan. Mereka memiliki skuad inti yang terbiasa bersaing di level tertinggi, sebuah keuntungan besar dalam fase krusial kompetisi. Pertandingan pertama melawan Charlotte FC akan menjadi ujian sesungguhnya bagi klaim ‘anti peluru’ Jansen, dan para penggemar di New York berharap tim mereka dapat membuktikan ketangguhan tersebut di lapangan.
