Polda Banten Latih 180 Pengangguran Tingkatkan Kompetensi Kerja

6 Min Read

SERANG – Sebanyak 180 pengangguran di wilayah Banten mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan mereka melalui program Tailor Made Training (TMT) Gelombang V Tahun 2025. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Polda Banten di Balai Latihan Poliran Polda Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada Kamis, 20 November 2025, sebagai upaya strategis untuk menekan angka pengangguran dan mencegah potensi kriminalitas.

Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program “Polisi Peduli Pengangguran (Poliran)” yang digulirkan oleh Polda Banten sebagai respons terhadap tantangan ketenagakerjaan di wilayah tersebut. Program Poliran dirancang untuk tidak hanya memberikan solusi jangka pendek berupa pelatihan, tetapi juga pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat agar mampu mandiri di pasar kerja.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Hengki menjelaskan secara rinci mengenai esensi dari program TMT. “TMT adalah program pelatihan yang dirancang khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik suatu industri, perusahaan, atau individu. TMT ini bertujuan agar materi, modul, dan metode pembelajaran lebih relevan dan tepat sasaran, sehingga meningkatkan kompetensi dan produktivitas yang terukur, serta sesuai dengan tuntutan pasar kerja,” kata Irjen Pol Hengki saat membuka Pelatihan TMT Gelombang V 2025, seperti dilansir Radarbanten.co.id.

Program Poliran secara khusus dilatarbelakangi oleh keprihatinan Polda Banten terhadap tingginya angka pengangguran yang seringkali menjadi faktor pemicu berbagai masalah sosial. Peningkatan kebutuhan ekonomi tanpa diimbangi ketersediaan lapangan kerja yang memadai dapat mendorong terjadinya peningkatan tindak kriminalitas di masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat memiliki bekal yang kuat untuk mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki taraf hidup, sehingga mengurangi potensi kejahatan.

Irjen Pol Hengki lebih lanjut menegaskan komitmen Polda Banten dalam pemberdayaan masyarakat. “Pelatihan ini ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau membutuhkan peningkatan keterampilan produktif untuk memperoleh lapangan kerja. Kita berdayakan agar angka pengangguran di Banten turun,” tuturnya, seperti dikutip dari Radarbanten.co.id, menunjukkan fokus pada dampak nyata terhadap individu dan wilayah secara keseluruhan.

Sebanyak 180 peserta yang terpilih akan mendapatkan kurikulum materi dan praktik yang telah disesuaikan dengan standar industri terkini. Pelatihan ini mencakup berbagai keahlian yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, seperti keterampilan digital, teknik manufaktur dasar, layanan perhotelan, hingga keahlian di sektor ekonomi kreatif. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap peserta memperoleh keterampilan yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan dapat langsung diaplikasikan setelah pelatihan selesai, meningkatkan daya saing mereka.

Proses seleksi peserta dilakukan secara ketat untuk memastikan individu yang benar-benar memiliki motivasi tinggi dan komitmen untuk menyelesaikan pelatihan hingga tuntas. Dengan demikian, diharapkan hasil dari program ini dapat maksimal dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan para peserta serta lingkungan sekitar, menciptakan gelombang positif di masyarakat.

Lokasi pelatihan di Balai Latihan Poliran Polda Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dipilih secara strategis. Aksesibilitas yang baik bagi peserta dari berbagai wilayah di Banten menjadi pertimbangan utama. Fasilitas yang memadai, termasuk ruang kelas modern, laboratorium praktik, dan bengkel khusus, juga disiapkan untuk mendukung proses belajar mengajar secara optimal, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan diri peserta menuju kemandirian ekonomi.

Tujuan jangka panjang dari program Tailor Made Training ini adalah menciptakan ekosistem kerja yang lebih stabil dan kondusif di wilayah hukum Polda Banten. Peningkatan keterampilan yang diperoleh diharapkan akan membuka pintu ke berbagai sektor pekerjaan, mulai dari industri manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi, sektor jasa yang terus tumbuh, hingga sektor digital yang terus berkembang pesat. Ini juga secara tidak langsung akan meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional, menarik investasi dan kesempatan kerja baru.

Masalah kecocokan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri kerap menjadi hambatan utama dalam penanganan pengangguran. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pernah berpendapat bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan pekerjaan, melainkan pada kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki pencari kerja dengan kebutuhan spesifik industri, seperti dilansir Kompas.tv. Pandangan ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan yang terarah dan relevan seperti TMT yang dilaksanakan Polda Banten.

Oleh karena itu, kurikulum pelatihan TMT ini disusun berdasarkan hasil survei kebutuhan pasar yang komprehensif serta masukan langsung dari berbagai pelaku industri lokal dan nasional. Proses ini melibatkan dialog aktif dengan perusahaan-perusahaan terkemuka, asosiasi pengusaha, serta para pakar ketenagakerjaan untuk menjamin relevansi. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa setiap modul pelatihan memiliki relevansi tinggi, sehingga lulusan pelatihan memiliki kualifikasi yang sangat dicari oleh perusahaan dan mempercepat proses penyerapan tenaga kerja serta mengurangi ketidakcocokan antara suplai dan permintaan tenaga kerja.

Selain program dari Polda Banten, pemerintah daerah di berbagai wilayah, seperti Pemerintah Kota Sukabumi yang menggelar bursa kerja dengan menyediakan 1.000 lowongan, juga terus berupaya melalui berbagai program serupa untuk mengurangi pengangguran. Inisiatif seperti bursa kerja, program magang bersertifikasi, dan dukungan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi pelengkap upaya pelatihan vokasi. Kerjasama lintas sektor antara pemerintah, pihak swasta, dan lembaga pendidikan tinggi dianggap krusial untuk menciptakan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan bagi masalah ketenagakerjaan di Indonesia.

Diharapkan, dengan selesainya pelatihan ini, ke-180 peserta tidak hanya mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam memajukan perekonomian lokal. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tengah dinamika pasar kerja global yang terus berubah. Komitmen Polda Banten melalui program Poliran ini diharapkan dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di daerah lain, menciptakan dampak positif yang lebih luas.

Share This Article