PSS Sleman mengambil langkah proaktif untuk mengatasi sanksi satu laga tanpa penonton di ajang Pegadaian Championship dengan menggelar pertandingan uji coba terbuka melawan Garudayaksa FC. Laga persahabatan ini akan dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu sore, 13 Desember 2025, pukul 15.30 WIB. Manajemen PSS siap memaksimalkan dukungan suporter dengan mencetak 14.000 lembar tiket, jumlah yang sama dengan kuota penonton pada pertandingan resmi. Inisiatif ini menjadi penawar kekecewaan bagi Super Elja dan para pendukung setianya yang tidak bisa menyaksikan pertandingan resmi berikutnya di stadion.
Sanksi tersebut dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah adanya serangkaian pelanggaran yang dilakukan oleh suporter PSS Sleman. Insiden ini terjadi saat PSS menjalani pertandingan tandang melawan Deltras FC di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu, 22 November 2025. Selain hukuman satu laga kandang tanpa penonton, PSS Sleman juga dikenai denda dengan nominal yang cukup besar. Pertandingan resmi yang akan terdampak sanksi ini adalah laga pekan ke-13 Pegadaian Championship melawan Persipal Palu, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, juga di Stadion Maguwoharjo. Keputusan Komdis PSSI ini tentu menjadi pukulan berat bagi PSS yang sedang berjuang di papan atas klasemen.
Pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, menegaskan pentingnya pertandingan uji coba ini di tengah jeda kompetisi yang cukup panjang. Ia melihat laga kontra Garudayaksa FC bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan sebagai upaya untuk menjaga ritme dan mengukur progres tim. “Kita harus ada uji tanding supaya momentum bermain itu ada,” kata Ansyari Lubis, seperti dilansir Bola.com. Ia menambahkan, laga ini juga menjadi gambaran awal kondisi tim setelah menjalani evaluasi dan program latihan intensif selama jeda. Mental bertanding para pemain diharapkan tetap terjaga dan penyelesaian akhir (finishing) dapat terus diasah.
Partai uji coba ini tercipta berkat peran sentral Danang Wicaksana Sulistya (DWS), yang dikenal sebagai Pembina Garudayaksa FC sekaligus Ketua DPW Gerindra DIY. Danang mengungkapkan bahwa ide uji tanding ini muncul setelah ia menghadiri laga kandang PSS beberapa waktu lalu, saat PSS kembali diizinkan bermain dengan kehadiran penonton. “Prinsipnya kami sama-sama setuju. Tinggal cari waktu yang pas, dan terjadilah Sabtu ini,” ujar Danang Wicaksana Sulistya, seperti dikutip Tribun Jogja. Kesepakatan ini menunjukkan semangat sportivitas dan kolaborasi antar klub di tengah tantangan yang dihadapi PSS Sleman.
Animo suporter PSS untuk menyaksikan laga uji coba ini sangat tinggi, terutama karena mereka tidak dapat mendukung tim di pertandingan resmi berikutnya. Manajemen PSS memahami hal tersebut dan telah menyiapkan 14.000 lembar tiket untuk memfasilitasi para suporter. Salah seorang suporter PSS asal Cangkringan, Yoga Hardiansyah, mengungkapkan bahwa laga uji coba melawan Garudayaksa FC merupakan pertandingan yang sangat dinanti-nantikan. Banyak suporter bahkan melihat laga ini sebagai “gladi bersih final Liga 2” mengingat performa impresif kedua tim di grup masing-masing. PSS saat ini menempati posisi kedua di Grup Timur dengan 27 poin, sementara Garudayaksa FC memuncaki Grup Barat dengan poin dan hasil yang identik.
Garudayaksa FC sendiri merupakan tim pendatang baru yang mencuri perhatian di Pegadaian Championship 2025/2026. Klub ini merupakan pengembangan dari Akademi Sepak Bola Garudayaksa yang didirikan atas arahan langsung Prabowo Subianto. “Garudayaksa itu awalnya adalah Akademi Sepak Bola Garudayaksa yang kami dirikan atas petunjuk Pak Prabowo,” jelas Pembina Garudayaksa FC, Danang Wicaksana Sulistya, seperti dilansir Tribun Jogja. Klub berjuluk Spirit of Garuda ini tampil mengejutkan dengan memuncaki Grup Barat di musim perdananya, menunjukkan kualitas dan potensi yang menjanjikan. Pertemuan dua tim papan atas dari grup yang berbeda ini diprediksi akan menyajikan pertandingan yang menarik dan berkualitas tinggi.
Meskipun hanya berstatus laga persahabatan, PSS Sleman dan Garudayaksa FC dipastikan akan tampil maksimal. Bagi PSS, ini adalah kesempatan berharga untuk menjaga performa tim dan memberikan hiburan kepada suporter yang setia. Sementara bagi Garudayaksa FC, laga ini menjadi ajang penting untuk mengukur kekuatan mereka melawan tim berpengalaman seperti PSS Sleman. Diharapkan, pertandingan ini tidak hanya menjadi sarana persiapan bagi kedua tim, tetapi juga menjadi tontonan yang menghibur dan mempererat tali silaturahmi antar suporter, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat sepak bola tidak padam meski dihadapkan pada sanksi dan tantangan.
