Jakarta – Umat Muslim di seluruh dunia setiap tahunnya menyaksikan fenomena pergeseran awal bulan Ramadan yang selalu maju dalam kalender Masehi. Peristiwa ini kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai penyebab di balik pergeseran tersebut. Penjelasan ilmiah utama terletak pada perbedaan fundamental sistem penanggalan antara kalender Hijriah, yang digunakan dalam penentuan ibadah Islam, dengan kalender Masehi yang umum digunakan secara global.
Kalender Hijriah, atau kalender Islam, sepenuhnya didasarkan pada siklus peredaran bulan mengelilingi bumi (lunar). Satu tahun dalam kalender Hijriah terdiri dari sekitar 354 hingga 355 hari. Penentuan awal setiap bulan Hijriah, termasuk Ramadan, sering kali bergantung pada penampakan hilal (bulan sabit muda) setelah fase bulan baru, yang dikonfirmasi melalui metode rukyatul hilal atau perhitungan hisab.
Sebaliknya, kalender Masehi atau Gregorian, berlandaskan pada revolusi bumi mengelilingi matahari (solar). Satu tahun Masehi memiliki durasi yang lebih panjang, yakni 365 hari, dan 366 hari pada tahun kabisat yang terjadi setiap empat tahun sekali. Sistem solar ini membuat penanggalan Masehi relatif stabil terhadap musim.
Perbedaan durasi antara kedua kalender inilah yang menjadi kunci. Dengan selisih sekitar 10 hingga 12 hari per tahun, kalender Hijriah berjalan lebih cepat dibandingkan kalender Masehi. Akibatnya, jika Ramadan pada satu tahun jatuh pada awal April, maka di tahun berikutnya ia akan maju ke akhir Maret, dan begitu seterusnya. Pergeseran ini bersifat kumulatif, menyebabkan bulan Ramadan melintasi seluruh musim dalam kurun waktu sekitar 33 tahun Hijriah.
Fenomena pergeseran ini memungkinkan umat Muslim untuk merasakan pengalaman berpuasa di berbagai musim dan kondisi cuaca sepanjang hidup mereka. Bahkan, karena pergeseran ini, ada kemungkinan terjadinya dua kali bulan Ramadan dalam satu tahun Masehi, sebuah kejadian yang diprediksi akan terulang pada tahun 2030. Ini merupakan bagian dari siklus alami yang diatur oleh pergerakan benda-benda langit.
\
