Saham BUMI dan DEWA Anjlok Jelang MSCI Mengapa

1 Min Read

Jakarta – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengalami tekanan jual signifikan sepanjang Januari 2026, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Penurunan drastis ini terjadi setelah kedua saham tersebut sempat mencatat lonjakan harga di awal tahun, didorong oleh spekulasi mengenai potensi masuknya mereka ke dalam indeks MSCI Global Standard. Namun, aksi ambil untung investor dan penjualan jumbo oleh pemegang saham mayoritas membalikkan arah pergerakan harga.

Penurunan harga BUMI dan DEWA menjadi sorotan utama di bursa saham Indonesia, yang pada pertengahan Januari juga menunjukkan tren pelemahan. Pada 22 Januari 2026, saham BUMI terpantau anjlok lebih dari 7,77 persen, bahkan sempat menyentuh level Rp 348 dengan penurunan 9,84 persen. Kondisi serupa dialami DEWA yang turut melorot mengikuti sentimen negatif pasar terhadap saham-saham terkait Grup Bakrie ini.

Salah satu pemicu utama koreksi tajam ini adalah aksi ambil untung (profit taking) masif yang dilakukan investor. Setelah reli panjang sejak akhir 2025, banyak pihak memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk merealisasikan keuntungan, terutama menjelang pengumuman rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada Februari 2026. \

Share This Article