Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) kembali membuat gebrakan signifikan di kancah sepak bola internasional. Setelah berhasil menaturalisasi kiper Luca Zidane, putra legenda hidup Prancis Zinedine Zidane, kini Aljazair dikabarkan tengah serius membidik Ethan Mbappe, adik dari megabintang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. Langkah strategis ini menggarisbawahi ambisi besar Aljazair untuk memperkuat skuad tim nasional mereka dengan talenta-talenta keturunan Aljazair yang tersebar di Eropa, khususnya menjelang kualifikasi dan persiapan intensif menuju Piala Dunia 2026.
Luca Zidane, penjaga gawang berusia 27 tahun, secara resmi telah mengumumkan keputusannya untuk berganti kewarganegaraan dari Prancis menjadi Aljazair. Keputusan krusial ini diambil setelah Luca tidak kunjung mendapatkan kesempatan untuk membela tim nasional senior Prancis, meskipun rekam jejaknya cukup baik di level klub. Walaupun sempat membela timnas junior Prancis di berbagai level usia, mulai dari U-16 hingga U-20, pintu tim senior Prancis seolah tertutup rapat baginya. Peluang bermain di level internasional bersama Aljazair pun menjadi daya tarik utama bagi kiper yang memiliki garis keturunan Aljazair dari sang ibu.
Kehadiran Luca Zidane diharapkan dapat menambah kekuatan signifikan di sektor penjaga gawang Timnas Aljazair. Dengan pengalaman bermain di liga-liga Eropa yang kompetitif, seperti sebelumnya bersama Rayo Vallecano dan beberapa klub lainnya, Luca membawa kualitas, kematangan, serta mentalitas bertanding yang dibutuhkan di level tertinggi. Naturalisasi ini juga mencerminkan tren global di mana banyak negara memanfaatkan diaspora pemain untuk memperkuat tim nasional mereka, sebuah strategi yang telah terbukti efektif dalam beberapa dekade terakhir.
Tak berhenti sampai di akuisisi Luca Zidane, mata Federasi Sepak Bola Aljazair kini tertuju pada prospek cerah Ethan Mbappe. Pemain muda berbakat berusia 18 tahun ini menarik perhatian publik setelah kepindahannya ke LOSC Lille pada musim panas 2024 dari raksasa Prancis, Paris Saint-Germain. Ethan, yang berposisi alami sebagai gelandang, telah menunjukkan potensi besar meskipun baru bermain di lima laga Ligue 1 dan mencetak dua gol. Ia juga dilaporkan tengah dalam proses pemulihan dari cedera *dead leg*, yang tidak mengurangi minat Aljazair terhadapnya.
Seperti kakaknya, Kylian Mbappe, Ethan lahir dan tumbuh besar di Prancis. Namun, ia memiliki opsi unik untuk membela tiga tim nasional berbeda berdasarkan garis keturunannya: Prancis (negara kelahirannya), Kamerun (dari garis keturunan ayah), dan Aljazair (dari garis keturunan ibu). Laporan media menyebutkan bahwa Federasi Sepak Bola Aljazair secara aktif memantau perkembangannya dan telah menjalin komunikasi. Mereka berharap dapat meyakinkan Ethan untuk mengikuti jejak Luca Zidane dan memilih Aljazair sebagai panggung karier internasionalnya.
Strategi naturalisasi pemain keturunan bukanlah hal baru bagi Aljazair; ini adalah bagian integral dari filosofi pengembangan sepak bola mereka. Tim berjuluk *Les Fennecs* ini dikenal aktif mencari dan merekrut pemain-pemain yang memiliki akar Aljazair di seluruh dunia. Tujuannya sangat jelas, yakni membangun tim yang kompetitif, solid, dan mampu bersaing di turnamen-turnen besar seperti Piala Afrika dan terutama Piala Dunia. Ini merupakan upaya jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi sepak bola negara tersebut.
Keberhasilan Aljazair dalam menggaet Luca Zidane menjadi bukti nyata efektivitas pendekatan mereka dalam meyakinkan para pemain. \
