Pertarungan sengit antara dua bintang tenis putri, Elena Rybakina dan Iga Swiatek, menjadi sorotan utama di perempat final Australia Terbuka 2026. Kedua pemain papan atas ini akan saling berhadapan di Melbourne Park dalam laga yang sangat dinantikan, menjanjikan tontonan kualitas tinggi dengan gaya permainan yang kontras dan persaingan yang mendalam. Pertemuan ini tidak hanya memperebutkan satu tempat di semifinal Grand Slam, tetapi juga kembali menghidupkan rivalitas yang telah terbentuk kuat di kancah tenis dunia.
Elena Rybakina, unggulan kelima asal Kazakhstan, dikenal dengan servis keras dan pukulan datar yang bertenaga, sementara Iga Swiatek, petenis Polandia yang menempati peringkat kedua dunia, mengandalkan pergerakan eksplosif dan pukulan topspin berat. Gaya yang berlawanan ini seringkali menghasilkan pertandingan dramatis dan tak terduga, menarik perhatian penggemar tenis di seluruh dunia untuk menyaksikan siapa yang akan mendominasi di lapangan.
Dalam rekor pertemuan mereka, persaingan ini sangat ketat. Beberapa sumber mencatat Swiatek memimpin tipis 6-5 dalam 11 pertemuan, sementara yang lain menyebut Swiatek unggul 7-6 dari 13 pertandingan. Meskipun demikian, Rybakina memiliki catatan kemenangan atas Swiatek di Australia Terbuka pada babak keempat tahun 2023, dalam perjalanannya menuju final. Namun, Swiatek juga menunjukkan dominasinya dengan mengalahkan Rybakina empat kali berturut-turut pada tahun 2025 di ajang United Cup, Qatar Open, Roland Garros, dan Cincinnati.
Rybakina mengungkapkan strategi permainannya dalam menghadapi Swiatek. “Saya tahu bahwa saya harus tetap agresif dan melakukan pukulan saya,” kata Rybakina seperti dilansir Hindustan Times. Ia menambahkan, “Ketika kami bermain di sini (pada 2023), saat itu juga panas, jadi bola melaju kencang. Saya pikir Iga (sekarang), dia bergerak sangat baik.” Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan diri Rybakina terhadap rencana permainannya untuk menaklukkan lawan beratnya.
Sementara itu, Iga Swiatek memilih untuk tidak terlalu berfokus pada statistik head-to-head. “Rekor head-to-head saya dengan Elena Rybakina tidak berarti apa-apa menjelang perempat final Australia Terbuka,” ujar Swiatek, seperti dilansir TNT Sports. Sikap ini mencerminkan fokusnya pada pertandingan yang akan datang, mengesampingkan hasil-hasil masa lalu untuk menghadapi tantangan saat ini.
Kembalinya performa Rybakina setelah beberapa bulan yang sulit pada akhir tahun lalu menjadikannya lawan yang berbahaya. Ia datang ke turnamen ini dengan 17 kemenangan dari 18 pertandingan terakhirnya, termasuk gelar WTA Finals. Di Australia Terbuka tahun ini, Rybakina menunjukkan performa impresif tanpa kehilangan satu set pun dalam empat kemenangannya, menyingkirkan lawan-lawan seperti Kaja Juvan, Varvara Gracheva, Tereza Valentova, dan Elise Mertens dengan relatif mudah.
Di sisi lain, Swiatek juga menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Meskipun menghadapi tekanan sebagai salah satu pemain terbaik dunia, ia terus mempertahankan level permainannya. Kemenangan-kemenangan penting di berbagai turnamen sepanjang tahun 2025 membuktikan kemampuannya untuk beradaptasi dan mendominasi, bahkan melawan pemain sekuat Rybakina.
Pertandingan ini memiliki implikasi besar bagi kedua pemain. Bagi Rybakina, ini adalah kesempatan untuk kembali ke final Australia Terbuka setelah menjadi runner-up pada 2023 dan menegaskan kembali posisinya di puncak. Bagi Swiatek, kemenangan akan memperkuat dominasinya dan membawanya selangkah lebih dekat untuk meraih gelar Australia Terbuka pertamanya.
Rivalitas antara Elena Rybakina dan Iga Swiatek telah berkembang menjadi salah satu yang paling menarik di tenis putri. Dengan kombinasi kekuatan, ketekunan, dan strategi yang cerdas, setiap pertemuan mereka selalu menyajikan tontonan yang tak terlupakan, membuat para penggemar tak sabar menanti hasil dari duel perempat final Australia Terbuka kali ini.
