Moskow dengan tegas mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk segera terlibat dalam dialog langsung guna meredakan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Peringatan keras dikeluarkan bahwa setiap bentuk tindakan militer terhadap Iran akan memicu konsekuensi berbahaya dan menciptakan kekacauan yang tidak dapat diprediksi di seluruh kawasan strategis tersebut.
Kremlin, melalui juru bicaranya Dmitry Peskov, pada Kamis, 29 Januari 2026, menegaskan bahwa peluang untuk negosiasi belum sepenuhnya tertutup. Peskov menekankan bahwa penggunaan kekuatan hanya akan memperburuk situasi keamanan regional yang sudah rapuh.
