Pertandingan Liga Primer Inggris antara Chelsea dan West Ham United pada Sabtu, 31 Januari 2026, berakhir dengan kericuhan massal di Stamford Bridge. Laga yang dimenangkan Chelsea dengan skor dramatis 3-2 tersebut, dinodai insiden kartu merah untuk bek West Ham, Jean-Clair Todibo, yang kedapatan mencekik penyerang Chelsea, Joao Pedro. Kejadian ini menambah bumbu drama pada kemenangan comeback sensasional The Blues.
West Ham United sempat membuat publik Stamford Bridge terdiam di babak pertama. Tim tamu berhasil unggul dua gol tanpa balas melalui gol-gol cepat dari Jarrod Bowen di menit ketujuh dan Crysencio Summerville di menit ke-36. Hasil ini membuat Chelsea tertinggal 0-2 saat jeda, memicu kekecewaan di kalangan para pendukung tuan rumah.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, membuat keputusan berani dengan melakukan tiga pergantian pemain di awal babak kedua. Perubahan taktik ini terbukti jitu dan mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Chelsea bangkit dengan semangat membara, menampilkan performa yang sangat berbeda dibandingkan 45 menit pertama.
Kebangkitan Chelsea dimulai ketika Joao Pedro mencetak gol sundulan di menit ke-57, memanfaatkan umpan silang dari Wesley Fofana. Gol ini memberikan harapan baru bagi The Blues. Tak lama berselang, Marc Cucurella berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-70 dengan sundulan terbangnya, menyempurnakan umpan silang akurat dari rekannya. Atmosfer di stadion pun berubah drastis, dari keputusasaan menjadi euforia.
Gol kemenangan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di menit ke-92 melalui tendangan keras Enzo Fernandez. Gelandang Argentina itu menyarangkan bola ke gawang West Ham setelah menerima umpan matang dari Joao Pedro, yang menjadi motor serangan Chelsea di babak kedua. Gol ini memicu selebrasi liar dari para pemain Chelsea dan seluruh isi Stamford Bridge, yang seakan tidak percaya dengan comeback yang luar biasa ini.
Namun, euforia kemenangan tersebut segera berganti menjadi kekacauan. Tak lama setelah gol Enzo Fernandez, ketegangan antar pemain memuncak dan memicu perkelahian massal. Insiden bermula ketika pemain sayap West Ham, Adama Traoré, menjatuhkan Marc Cucurella. Joao Pedro segera maju untuk membela rekannya, yang kemudian memicu reaksi berlebihan dari Jean-Clair Todibo.
Todibo, yang sebelumnya sempat membentur tiang gawang saat skor 2-2, berlari melintasi lapangan dan kedapatan mencekik Joao Pedro. Perilaku agresif ini sontak membuat situasi semakin panas dan melibatkan hampir seluruh pemain dari kedua tim dalam sebuah keributan besar. Beberapa pemain lain, seperti Konstantinos Mavropanos dari West Ham dan Cole Palmer dari Chelsea, juga terlibat dalam dorong-dorongan dan adu mulut, yang masing-masing diganjar kartu kuning oleh wasit.
Wasit pertandingan, Anthony Taylor, segera meninjau insiden tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah pemeriksaan yang cukup lama, Taylor akhirnya mengambil keputusan tegas. “Setelah peninjauan, pemain nomor 25 West Ham mencekik pemain nomor 20 Chelsea di bagian leher dengan cara yang kasar. Oleh karena itu, keputusan akhir saya adalah kartu merah, karena perilaku kekerasan,” kata wasit Anthony Taylor, seperti dilansir Mirror Online, mengonfirmasi dikeluarkannya Todibo dari lapangan.
Kartu merah untuk Jean-Clair Todibo ini berarti ia kemungkinan besar akan menghadapi sanksi larangan bermain yang lebih panjang dari Football Association (FA) atas tindakan kekerasan yang dilakukannya. Insiden ini membayangi kemenangan bersejarah Chelsea yang bangkit dari ketertinggalan dua gol. Hal ini merupakan kali pertama dalam sejarah Liga Primer Chelsea berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan setelah tertinggal dua gol di babak pertama.
Terlepas dari kericuhan di akhir pertandingan, kemenangan ini adalah bukti “mentalitas dan keinginan” yang kuat dari skuat Chelsea. “Mentalitas dan keinginan tim di babak kedua sangat luar biasa. Kami menunjukkan kepada para penggemar betapa kuatnya kami,” ujar Marc Cucurella, bek Chelsea, seperti dikutip The Guardian, menyoroti semangat juang timnya. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang ketahanan Chelsea di bawah asuhan Liam Rosenior, meskipun insiden Todibo akan menjadi topik hangat dalam beberapa hari ke depan.
Musim 2025-2026 telah melihat kedua pemain yang terlibat dalam insiden utama ini menjadi tokoh kunci bagi klub masing-masing. Joao Pedro telah tampil dalam 23 pertandingan untuk Chelsea, mencetak 8 gol dan menerima 2 kartu kuning di liga. Sementara itu, Jean-Clair Todibo bermain dalam 17 pertandingan liga untuk West Ham, tanpa gol, dengan catatan 4 kartu kuning dan 1 kartu merah yang baru saja diterimanya.
