Duel Sengit Alcaraz dan Djokovic di Final Australian Open 2026 Memukau Dunia

4 Min Read

Pertarungan epik memperebutkan gelar juara Australian Open 2026 tengah berlangsung di Rod Laver Arena, Melbourne, hari Minggu, 1 Februari 2026. Dua petenis terbaik dunia, Carlos Alcaraz dari Spanyol dan Novak Djokovic dari Serbia, saling berhadapan dalam final tunggal putra yang penuh tensi. Hingga saat ini, Alcaraz dilaporkan memimpin pertandingan dengan skor 2 set berbanding 1 atas Djokovic, dengan set awal dimenangkan Alcaraz (6-2), disusul kemenangan Djokovic (2-6), dan kembali diambil alih Alcaraz (6-3).

Final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan pertarungan memperebutkan tempat dalam sejarah tenis. Bagi Novak Djokovic, yang telah memenangkan sepuluh gelar Australian Open dan merupakan pemegang rekor Grand Slam tunggal putra dengan 24 gelar, kemenangan di Melbourne ini akan mengukuhkan gelar Grand Slam ke-25 miliknya. Raihan ini akan menjadikannya pemain dengan gelar mayor terbanyak sepanjang masa, melampaui rekor di antara semua gender dalam sejarah tenis.

Sementara itu, Carlos Alcaraz, bintang muda yang sedang naik daun, berambisi meraih gelar Australian Open pertamanya. Kemenangan ini akan sangat krusial bagi kariernya, karena akan melengkapi ‘Career Grand Slam’—prestasi memenangkan keempat turnamen Grand Slam utama (Australian Open, French Open, Wimbledon, dan US Open). Jika berhasil, Alcaraz akan menjadi pemain termuda dalam sejarah yang mencapai tonggak monumental ini, menandai era baru dominasi di kancah tenis.

Perjalanan kedua petenis menuju final tidaklah mudah. Carlos Alcaraz berhasil melaju ke final setelah menghadapi pertarungan sengit di babak semifinal. Ia mengalahkan petenis Jerman peringkat ketiga dunia, Alexander Zverev, dalam pertandingan lima set yang memakan waktu lebih dari lima jam. “Carlos Alcaraz berhasil mengamankan tempat di final setelah pertarungan yang sangat sulit melawan Alexander Zverev asal Jerman. Hasil tersebut menempatkan Alcaraz di final Australian Open pertamanya, menjaga impian akan gelar yang belum pernah diraih di Melbourne tetap hidup,” seperti dilansir Sporting News Brazil. Di sisi lain, Novak Djokovic kembali menunjukkan ketangguhannya yang luar biasa, mengalahkan juara bertahan Jannik Sinner dalam semifinal lima set yang juga sangat ketat, menegaskan posisinya sebagai raja tak terbantahkan di Melbourne Park.

Saling berhadapan di partai puncak, rivalitas antara Alcaraz dan Djokovic telah menjadi salah satu cerita paling menarik dalam tenis modern. Djokovic, dengan pengalamannya yang tak tertandingi dan mental baja, menghadapi tantangan dari Alcaraz, yang dikenal dengan energi, kecepatan, dan pukulan-pukulan inovatifnya. “Novak Djokovic tinggal selangkah lagi untuk mengukuhkan posisinya sebagai petenis terhebat sepanjang masa. Namun, di jalannya ada Carlos Alcaraz – lawan modern yang juga mencari tonggak karirnya sendiri,” tulis Al Jazeera, menggambarkan betapa tingginya taruhan bagi kedua pemain.

Bagi para penggemar tenis di Indonesia dan seluruh dunia, final ini dapat disaksikan melalui berbagai platform. Di Brasil, pertandingan disiarkan secara langsung di ESPN dan platform streaming Disney+ (bagi pelanggan paket Premium yang mencakup konten ESPN). Pelanggan Claro tv+ juga dapat menikmati siaran melalui saluran ESPN yang tersedia di paket mereka. Di Amerika Serikat, ESPN dan ESPN Deportes menayangkan pertandingan secara langsung, sementara opsi streaming termasuk Fubo, DirecTV, dan SlingTV yang menawarkan uji coba gratis atau tarif perkenalan khusus. Untuk pemirsa internasional, beberapa sumber menyarankan penggunaan VPN untuk mengakses siaran langsung gratis melalui platform seperti 9Now di Australia.

Pertandingan ini bukan hanya sekadar tontonan olahraga, melainkan sebuah peristiwa yang berpotensi mengubah buku rekor tenis dan mendefinisikan warisan dua atlet luar biasa. Dengan Alcaraz yang berupaya mengukir namanya dalam sejarah dengan Career Grand Slam dan Djokovic yang berusaha menjauhkan diri sebagai GOAT (Greatest Of All Time), setiap poin dalam final Australian Open 2026 ini akan menjadi saksi bisu dari drama, keahlian, dan semangat juang yang tak tertandingi.

Share This Article