Banfield Taklukkan Lanús 2-0 dalam Derbi Panas Clásico del Sur

5 Min Read

Banfield berhasil meraih kemenangan penting atas rival sekota mereka, Lanús, dengan skor 2-0 dalam laga panas yang dikenal sebagai Clásico del Sur. Pertandingan yang berlangsung pada Senin malam, 3 November 2025, di Estadio Florencio Sola, markas Banfield, menjadi saksi bisu keunggulan tim tuan rumah yang tampil solid sepanjang 90 menit. Hasil ini memberikan dorongan signifikan bagi ‘El Taladro’ dalam perburuan posisi playoff di Torneo Clausura 2025.

Dua gol kemenangan Banfield dicetak oleh Bruno Sepúlveda pada menit ke-35 dan Román Auzmendi di menit ke-68. Gol pembuka Sepúlveda tercipta berkat umpan silang akurat dari Méndez yang berhasil ia konversi menjadi gol dari dalam kotak penalti. Sementara itu, Auzmendi menggandakan keunggulan Banfield melalui tendangan kaki kirinya yang melesat deras ke gawang Lanús, mengamankan tiga poin penuh bagi tim asuhan Pedro Troglio.

Kemenangan ini sangat krusial bagi Banfield, yang sebelum laga tiba dengan tekad kuat untuk mengakhiri rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan melawan sang rival. “Kemenangan ini adalah suntikan moral yang luar biasa. Kami tahu betapa pentingnya meraih tiga poin di kandang melawan rival abadi kami, tidak hanya untuk posisi di klasemen, tetapi juga untuk kepercayaan diri tim,” ujar pelatih kepala Banfield, Pedro Troglio, dalam konferensi pers pasca-pertandingan, seperti dilansir TyC Sports. Pernyataan ini menegaskan ambisi Banfield untuk menjaga peluang mereka lolos ke babak selanjutnya dan menjauh dari zona degradasi.

Di sisi lain, Lanús, yang datang ke pertandingan dengan bekal positif setelah lolos ke final Copa Sudamericana, gagal menunjukkan performa terbaiknya. Meskipun berupaya menciptakan peluang, pertahanan Banfield yang digalang oleh Facundo Sanguinetti di bawah mistar gawang dan solidnya lini belakang, termasuk aksi penyelamatan penting dari Bou yang memblok bola di garis gawang, berhasil meredam serangan ‘El Granate’. Penyerang Lanús, seperti Watson, beberapa kali gagal memanfaatkan kesempatan emas yang mereka dapatkan.

Clásico del Sur edisi ke-132 ini memang diprediksi akan menjadi pertarungan sengit mengingat posisi kedua tim di tabel klasemen dan ambisi yang berbeda. Banfield membutuhkan kemenangan untuk terus bersaing di jalur playoff, sementara Lanús berupaya mendekati puncak klasemen Zona B dan mengukuhkan status mereka sebagai tim papan atas. “Pertandingan ini sangat penting bagi kedua tim, dengan Lanús ingin mempertahankan momentum positif mereka setelah sukses di tingkat internasional, sementara Banfield membutuhkan kemenangan untuk mengubah nasib mereka di liga,” ujar analis sepak bola, Juan Pérez, seperti dikutip dari Agencia Noticias Argentinas, menyoroti realitas kontras kedua tim menjelang laga.

Dengan hasil ini, Banfield kini mengumpulkan 17 poin, hanya berjarak satu poin dari zona kualifikasi playoff, sebuah peningkatan signifikan setelah sebelumnya memutus tren empat laga tanpa kemenangan dengan mengalahkan Independiente Rivadavia. Sebaliknya, Lanús harus puas menahan laju mereka menuju puncak klasemen dan kini perlu mengevaluasi performa mereka di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Rivalitas kedua tim yang dipisahkan oleh satu stasiun kereta api ini memang selalu menyajikan drama dan tensi tinggi, dengan Banfield kini memiliki keunggulan sejarah dalam rekor pertemuan profesional, yaitu 45 kemenangan berbanding 36 kemenangan untuk Lanús, dengan 32 hasil imbang dari 113 pertandingan yang dimainkan.

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit utama Facundo Tello, dengan dukungan dari Lucas Novelli sebagai VAR. Keamanan dan kelancaran pertandingan di Estadio Florencio Sola berjalan baik, meskipun tensi tinggi selalu menyelimuti setiap pertemuan dua klub dari selatan Buenos Aires ini. Kemenangan Banfield ini tidak hanya memberikan tiga poin berharga, tetapi juga kebanggaan bagi para penggemar ‘Taladro’ yang merayakan keunggulan atas rival abadi mereka.

Secara historis, keunggulan Banfield atas Lanús telah melampaui 100 tahun, menjadikannya salah satu rivalitas terpanjang dalam sejarah sepak bola dunia. Meskipun di masa lalu kedua tim pernah menjalin persahabatan, bahkan berbagi tribun dan merayakan bersama, profesionalisasi sepak bola dan perubahan dinamika suporter di dekade 1980-an mengubah hubungan mereka menjadi salah satu persaingan paling panas di sepak bola Argentina. Hasil pertandingan terbaru ini semakin menambah bumbu dalam sejarah panjang Clásico del Sur.

Share This Article