BANDUNG – Striker asal Brasil milik Persib Bandung, Ramon Tanque, mengungkapkan keluh kesahnya mengenai tantangan adaptasi yang ia hadapi sejak bergabung dengan klub berjuluk Maung Bandung tersebut. Kendala utama disebutkannya terkait dengan kondisi fisik pasca-perjalanan jauh serta perbedaan iklim di Indonesia yang signifikan. Proses adaptasi ini menjadi sorotan setelah sang pemain menempuh perjalanan melelahkan selama 30 jam dari negara asalnya.
Ramon Tanque, yang resmi direkrut Persib pada Juni 2025, tiba di Bandung pada awal Juli. Perjalanan udara yang panjang dari Brasil ke Indonesia menimbulkan kelelahan ekstrem yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dari perkiraan. Kondisi ini membuat Ramon memerlukan penyesuaian khusus, termasuk sesi latihan terpisah dari tim utama untuk mengembalikan kebugaran optimalnya.
“Proses adaptasi saya di Liga Indonesia tidak sepenuhnya mulus. Banyak tantangan, terutama terkait fisik setelah perjalanan panjang dan perbedaan iklim di sini,” kata Ramon Tanque seperti dilansir JPNN.com. Ia mengakui bahwa kelelahan setelah menempuh perjalanan puluhan jam sangat memengaruhi persiapan awalnya bersama Persib. Hal ini menjadi faktor krusial yang membuatnya belum bisa langsung tampil maksimal di lapangan hijau.
Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, juga mengonfirmasi kondisi yang dialami oleh Ramon Tanque. Menurutnya, pemain baru memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terutama bagi mereka yang datang dari benua berbeda dengan zona waktu dan iklim yang jauh berbeda. Hodak menyebutkan bahwa tim pelatih telah memberikan program khusus untuk membantu Ramon segera menemukan ritme permainannya.
Selain faktor fisik akibat perjalanan, Ramon juga menyoroti perbedaan iklim dan lingkungan sebagai penghambat proses adaptasinya. Kondisi cuaca di Indonesia yang cenderung tropis dengan kelembaban tinggi tentu berbeda jauh dengan iklim di Brasil. Perbedaan ini tidak hanya memengaruhi stamina, tetapi juga cara bermain dan pengambilan keputusan di lapangan.
Meski demikian, Ramon Tanque menunjukkan komitmen penuh untuk mengatasi segala tantangan yang ada. Ia berjanji akan bekerja keras agar bisa segera kembali ke performa terbaiknya dan memberikan kontribusi maksimal bagi Persib Bandung. “Saya akan terus berusaha dan berlatih lebih keras lagi. Saya yakin bisa beradaptasi dan memberikan yang terbaik untuk Persib,” tegas Ramon, menunjukkan semangat juangnya kepada para penggemar Maung Bandung.
Bojan Hodak, sebagai juru taktik, sebelumnya telah menegaskan bahwa kualitas pemain adalah yang utama, tanpa memandang kebangsaan. Ia menaruh harapan besar kepada Ramon Tanque untuk segera membuktikan kualitasnya di lapangan. “Yang terpenting bagi kami adalah kualitas pemain, terlepas dari kebangsaannya. Saya yakin Ramon memiliki potensi besar dan kami akan terus mendukungnya agar bisa segera menunjukkan performa terbaiknya di lapangan,” ujar Bojan Hodak, Pelatih Persib, sebagaimana dikutip dari iNews.ID. Dukungan penuh dari staf pelatih dan rekan setim diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi sang striker.
Manajemen Persib juga menyatakan dukungannya terhadap Ramon Tanque. Pihak klub memahami bahwa adaptasi adalah proses yang tidak instan, terutama bagi pemain asing yang baru pertama kali merumput di Liga Indonesia. Mereka telah menyiapkan fasilitas dan pendampingan yang memadai agar Ramon merasa nyaman dan fokus pada pemulihan serta latihannya.
Situasi ini menjadi pelajaran bagi tim dan para pemain asing lainnya mengenai pentingnya persiapan matang dan manajemen adaptasi yang baik. Dengan dukungan penuh dari klub dan semangat juang dari Ramon Tanque sendiri, diharapkan ia dapat segera mengatasi hambatan ini dan menjadi ujung tombak yang produktif bagi Persib di sisa kompetisi Liga Indonesia mendatang. Para Bobotoh, suporter setia Persib, juga turut menantikan penampilan terbaik dari striker anyar mereka.
