Data Ketenagakerjaan AS September Tertunda Antisipasi Laju Pertumbuhan Melambat

2 Min Read

Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan September yang telah lama tertunda akhirnya dijadwalkan akan dirilis pada Kamis, 20 November 2025, pukul 13:30 GMT. Data krusial ini diperkirakan akan menunjukkan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan lapangan pekerjaan, dengan proyeksi hanya sekitar 50.000 pekerjaan baru di sektor non-pertanian. Penundaan rilis data penting ini merupakan imbas langsung dari penutupan pemerintahan AS selama 43 hari pada bulan lalu, yang mengganggu operasional Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS).

Penutupan pemerintah telah mempersulit penilaian pasar tenaga kerja oleh Federal Reserve (Fed), sehingga rilis data NFP menjadi sangat dinantikan. Angka NFP berfungsi sebagai salah satu indikator utama kesehatan ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan. Data ini memberikan gambaran tentang tingkat penciptaan lapangan kerja, yang secara langsung berkorelasi dengan kinerja ekonomi makro dan inflasi.

Para ekonom dan analis pasar telah mengantisipasi laporan ini dengan cermat. Konsensus pasar memproyeksikan penambahan 50.000 lapangan pekerjaan pada bulan September, jauh lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada Agustus 2025, AS mencatat pertumbuhan 22.000 pekerjaan non-pertanian setelah revisi turun dari angka awal yang lebih tinggi. Perkiraan tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap stabil di angka 4,3% untuk periode yang sama.

Selain jumlah lapangan pekerjaan, perhatian juga tertuju pada Rata-rata Penghasilan Per Jam (Average Hourly Earnings/AHE). AHE, yang merupakan ukuran inflasi upah, diproyeksikan naik sebesar 3,7% secara tahunan (YoY), serupa dengan laju yang tercatat pada bulan Agustus. Pergerakan upah ini penting karena dapat memengaruhi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve terkait inflasi dan suku bunga.

Penundaan rilis data akibat gejolak politik dalam negeri telah menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global. Pasar mata uang, termasuk pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY, serta harga emas (XAU/USD), diperkirakan akan mengalami volatilitas signifikan setelah data NFP ini dipublikasikan. Para investor berupaya mencari kejelasan mengenai arah kebijakan Federal Reserve di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak.

Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa pelaku pasar saat ini sangat fokus pada rilis laporan penggajian non-pertanian ini. \

Share This Article