Eckert Waspadai Kejutan Leicester Tiga Ancaman Kunci Jadi Sorotan

4 Min Read

Pelatih interim Southampton, Tonda Eckert, tengah mempersiapkan timnya untuk menghadapi pertandingan krusial melawan Leicester City. Jelang laga penting ini, Eckert mengidentifikasi setidaknya tiga ‘wildcard’ utama dari kubu Leicester yang berpotensi menghadirkan kejutan dan mengubah jalannya pertandingan. Ancaman-ancaman ini meliputi kecepatan winger Abdul Fatawu, daya gedor gelandang Jordan James, dan ketajaman striker Patson Daka, selain juga mempertimbangkan fleksibilitas taktik Leicester yang tidak terduga.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam waktu setempat ini menjadi sangat vital bagi Southampton yang akan bertindak sebagai tuan rumah. Kemenangan akan sangat berarti untuk mendongkrak posisi mereka di tabel klasemen Championship, serta memperkuat peluang Eckert untuk diangkat sebagai manajer permanen, menyusul serangkaian hasil positif yang ia raih sejak mengambil alih tim.

Salah satu ‘wildcard’ utama yang menjadi fokus Eckert adalah winger lincah Leicester, Abdul Fatawu. Pemain asal Ghana ini dikenal dengan kecepatan dan kemampuan dribelnya yang mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan. Fatawu memiliki rekam jejak dalam memberikan dampak besar, seperti yang terjadi di pertemuan sebelumnya di St Mary’s musim lalu. Saat itu, Fatawu masuk di babak kedua dan menjadi pemicu kebangkitan Leicester dari ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan dramatis 3-2. Pengalaman ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Eckert untuk merancang strategi guna meredam pergerakan Fatawu di sisi lapangan.

‘Wildcard’ kedua datang dari lini tengah Leicester melalui Jordan James. Gelandang serang yang dipinjam dari Rennes ini telah menunjukkan kualitasnya dengan kontribusi signifikan. James berhasil mencetak tiga gol dan menyumbang satu assist hanya dalam tujuh penampilan terakhirnya. Kemampuannya untuk mengancam dari posisi sentral menjadikannya ancaman serius yang harus diwaspadai oleh lini pertahanan dan gelandang Southampton. Eckert perlu memastikan bahwa lini tengah timnya bekerja ekstra keras untuk menutup ruang gerak James dan mencegahnya menciptakan peluang.

Tidak ketinggalan, ketajaman Patson Daka menjadi ‘wildcard’ ketiga yang patut diperhitungkan. Striker asal Zambia ini baru-baru ini kembali menemukan sentuhan terbaiknya di depan gawang. Daka adalah pahlawan kemenangan Leicester saat mereka menghadapi Stoke City, di mana golnya menjadi penentu hasil akhir. Insting gol Daka yang tajam di dalam kotak penalti menjadikannya ancaman konstan, dan barisan belakang Southampton harus memberikan pengawasan ketat untuk meminimalkan setiap peluang yang didapatkannya.

Selain ancaman individu, Tonda Eckert juga harus mewaspadai fleksibilitas taktis Leicester yang dikenal tidak terduga. Tim lawan dapat saja mengadopsi pendekatan menyerang agresif atau justru memilih untuk bermain lebih defensif dengan ‘low block’ untuk membatasi ruang. Jika Leicester memilih strategi bertahan, ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Southampton yang di bawah Eckert cenderung mengadopsi gaya bermain langsung dan mengandalkan serangan balik cepat, seperti yang terlihat saat mereka meraih kemenangan telak atas Charlton Athletic. Namun, gaya ini juga bisa dieksploitasi jika Leicester memilih untuk membiarkan Southampton menguasai bola dan duduk lebih dalam, membatasi ruang bagi serangan cepat Southampton. Seperti yang dianalisis oleh Saints Marching, “Leicester akan mengetahui ada ruang di belakang para bek sayap dan bahwa Southampton mengambil risiko dalam penguasaan bola di lini belakang.” Hal ini mengindikasikan bahwa lawan sudah memiliki pemahaman tentang potensi kerentanan Southampton.

Dalam konferensi persnya, Eckert menegaskan komitmen penuhnya dalam mempersiapkan tim. Ia bahkan langsung menganalisis pertandingan Leicester setelah laga Southampton sebelumnya selesai. \

Share This Article