Petualangan terbaru detektif ulung Benoit Blanc akan segera hadir dalam film “Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery”. Film ini menjanjikan sebuah misteri pembunuhan yang berlatar belakang spiritual, mengusung tema iman dan penebusan di tengah intrik kejahatan yang rumit. Film ketiga dari seri *Knives Out* garapan sutradara Rian Johnson ini akan menyajikan nuansa gothic yang pekat, berbeda dari dua pendahulunya. Netflix akan merilis film ini secara global pada 12 Desember 2025, setelah pemutaran terbatas di bioskop pada 26 November 2025.
Daniel Craig kembali memerankan karakter detektif swasta Benoit Blanc, yang kali ini dihadapkan pada kasus pembunuhan seorang pastor kontroversial. Kasus ini terjadi di sebuah gereja tua dengan sejarah kelam, terletak di wilayah pedesaan di upstate New York. Kejahatan yang digambarkan sebagai “kejahatan yang mustahil” oleh Blanc ini, terjadi bertepatan dengan akhir pekan Paskah, menambah lapisan simbolisme pada narasi yang sudah kaya.
Cerita berpusat pada upaya Blanc untuk menguak kebenaran di balik kematian pastor tersebut, dengan bantuan seorang imam muda yang tulus, diperankan oleh Josh O’Connor. Lingkungan gereja yang dipenuhi intrik dan karakter-karakter misterius menjadi panggung utama bagi Blanc dalam menyingkap tabir kegelapan. Ensemble cast film ini turut diperkuat oleh deretan nama besar seperti Glenn Close, Jeremy Renner, Josh Brolin, Andrew Scott, Kerry Washington, dan Thomas Haden Church. Masing-masing karakter memiliki motif dan rahasia yang tersembunyi, menjadikan setiap orang sebagai potensi tersangka.
Rian Johnson, yang dikenal dengan gaya penceritaannya yang cerdas dan penuh kejutan, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam membangun narasi misteri yang berlapis. Setelah sukses dengan *Knives Out* (2019) dan *Glass Onion* (2022) yang mengeksplorasi isu kekayaan lama dan baru, Johnson kini memfokuskan lensanya pada ranah agama dan kepercayaan. Film ini secara halus menyentil pertanyaan-pertanyaan spiritualitas, godaan kekuasaan, dan eksploitasi iman dalam masyarakat modern.
“Memberikan misteri yang layak bagi Benoit Blanc dengan fiksasi spiritualnya pada iman dan penampilan Josh O’Connor yang memukau, *Wake Up Dead Man* adalah teka-teki *Knives Out* lain yang terangkai dengan indah,” demikian konsensus situs web Wikipedia yang mengutip ulasan kritis terhadap film ini. Hal ini menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menawarkan ketegangan ala whodunnit, tetapi juga kedalaman tema yang relevan.
Selain itu, kritikus film Justin Chang dari The New Yorker menyoroti bahwa “Rian Johnson, sang penulis dan sutradara, dalam film terbarunya, mengupas tuntas misteri yang berakar pada tema agama dan kepercayaan.” Chang menambahkan bahwa film ini menunjukkan komitmen Johnson untuk secara serius mengangkat hal-hal yang seringkali diabaikan oleh banyak orang, baik itu genre misteri maupun misteri iman. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang tidak hanya menghibur tetapi juga provokatif.
Produksi film ini dimulai setelah Rian Johnson mengumumkan pengembangan skenario pada Oktober 2023, pasca resolusi mogok kerja Writers Guild of America. Judul film, “Wake Up Dead Man”, diambil dari frasa dalam lagu folk “Ain’t No More Cane on the Brazos” dan juga dikaitkan dengan judul lagu U2 yang berjudul sama, memberikan petunjuk akan kedalaman dan referensi budaya yang digunakan oleh Johnson.
Desain produksi film ini menciptakan suasana gothic yang otentik. Gereja yang menjadi lokasi utama digambarkan dengan detail yang kaya, menciptakan latar yang sempurna untuk kisah yang gelap dan penuh rahasia. Penggunaan cahaya dalam film ini juga menjadi elemen penting yang tidak hanya menyoroti titik plot krusial, tetapi juga melambangkan kehadiran Ilahi, menjadikannya karakter yang lebih nyata, seperti diulas oleh The Collision.
“Wake Up Dead Man” juga mengeksplorasi bagaimana iman dapat dengan mudah dimanipulasi, bahkan di luar konteks keagamaan formal. Salah satu contoh yang disebutkan dalam ulasan adalah karakter Simone, yang menaruh semua kepercayaannya pada Wicks, seorang pastor. Wicks mengisyaratkan bahwa disabilitas Simone dapat disembuhkan oleh Tuhan, asalkan Simone memberikan sumbangan yang besar kepada gereja, yang pada gilirannya menjaga operasional gereja tetap berjalan. Konflik moral dan etika semacam ini menjadi benang merah yang kuat dalam narasi.
Film ini telah melakukan pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival pada 6 September 2025, dan pemutaran internasional di BFI London Film Festival pada 8 Oktober 2025. Respon awal dari para kritikus menunjukkan bahwa film ini berhasil mempertahankan ciri khas Rian Johnson dalam menyajikan misteri yang cerdas dan penuh kejutan, sekaligus membawa elemen baru yang lebih introspektif. Dengan durasi yang mungkin sedikit lebih panjang dari yang dibutuhkan, film ini tetap dianggap sebagai “must-watch” bagi penggemar misteri.
Secara keseluruhan, “Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery” tidak hanya sekadar film detektif, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang iman, moralitas, dan sifat manusia. Film ini menjanjikan teka-teki yang paling rumit dalam trilogi *Knives Out*, menantang penonton untuk menggali kebenaran di balik setiap detail, bahkan yang paling ilahi sekalipun.
